Ini Pedoman Sementara Vaksinasi Covid-19 Bagi Pengungsi dan Migran

Reporter: Lidya Yuniartha
Senin, 18 Oktober 2021 | 17:13 WIB
Ini Pedoman Sementara Vaksinasi Covid-19 Bagi Pengungsi dan Migran

ILUSTRASI. pedoman sementara vaksinasi Covid-19 bagi pengungsi dan migran. KONTAN/Fransiskus Simbolon

MOMSMONEY.ID - JAKARTA.  World Health Organization (WHO) telah mengeluarkan pedoman sementara vaksinasi Covid-19 bagi pengungsi dan migran atau Interim Guidance ‘COVID-19 immunization in refugees and migrants: principles and key considerations’ pada 31 Agustus 2021.

WHO menyebut, meskipun setiap orang terdampak Covid-19, tetapi dampak ini tidak dirasakan secara merata. WHO menyebut, pengungsi dan migran lebih mungkin mengalami beban infeksi Covid-19 yang lebih tinggi dan tidak proporsional, dimana hal ini digambarkan dari kasus, rawat inap dan kematian.

WHO juga menerangkan,  pengungsi dan migran tetap berada di antara anggota masyarakat yang paling rentan dan sering menghadapi xenofobia, diskriminasi serta kehidupan, perumahan, dan kondisi kerja yang buruk, juga akses yang tidak memadai ke layanan kesehatan, meskipun masalah kesehatan fisik dan mental sering terjadi.

Baca Juga: Cara Menjaga Imunitas Tubuh Tetap Kuat Setelah Melakukan Vaksinasi Covid-19

Dalam dokumen tersebut dijabarkan beragam informasi terkait tantangan dan hambatan utama bagi para pengungsi dan migran  dalam mengakses layanan vaksinasi seperti stigma, pengucilan dan ketidakpercayaan, yang berdampal pada rendahnya pengambilan vaksin dan keraguan, kurangnya sarana dan informasi keuangan, ketakutan mengenai biaya, keamanan dan deportasi atau penahanan.

Seperti dimuat dalam situs Covid-19.go.id, panduan sementara vaksinasi Covid-19 bagi para pengungsi dan migran tersebut antara lain:

1. Praktik yang baik dan menyoroti prinsip dan pertimbangan utama yang berasal dari hak dan kebijakan serta praktik untuk memastikan bahwa pengungsi dan migran memiliki akses yang sama untuk melakukan vaksinasi Covid-19.
2. Hambatan yang mencegah mereka mengakses layanan ditangani dengan benar.
3. Prinsip dan pertimbangan termasuk memastikan akses universal dan setara terhadap vaksin Covid-19 bagi pengungsi dan migran tanpa memandang status migrasi, dengan akses yang sama dengan warga negara.
4. Mengatasi hambatan yang mencegah pengungsi dan migran mengakses layanan vaksinasi Covid-19 dan perjalanan internasional.
5. Mempromosikan penyerapan vaksin dan mengatasi keraguan vaksin.
6. Melibatkan masyarakat dalam perencanaan dan implementasi vaksinasi Covid-19 dan meningkatkan komunikasi yang efektif untuk membangun kepercayaan dan melawan informasi yang salah.
7. Mengembangkan pendekatan inovatif dan strategi vaksinasi untuk pengungsi dan migran yang tinggal di daerah yang sulit dijangkau.

Selanjutnya: Latihan Sederhana untuk Kesehatan Paru-Paru dan Jantung

 

Editor: Lidya Yuniartha
Terbaru