ads

5 Cara Tepat Mengatasi Anak Remaja yang Memberontak

Reporter: Ana Risma
Jumat, 05 Agustus 2022 | 20:00 WIB
5 Cara Tepat Mengatasi Anak Remaja yang Memberontak


MOMSMONEY.ID - Saat anak remaja mencoba mencari tahu jati dirinya dan kedudukan mereka di dalam hidup, mereka bisa berubah menjadi seorang pemberontak. Akibatnya, anak remaja yang awalnya manis dan penyayang bisa tiba-tiba terlihat seperti orang asing.

Bisa jadi, orang tua yang memiliki anak remaja pemberontak akan dihadapkan dengan perubahan suasana hati anak yang serius, pelanggaran aturan, perilaku berisiko, dan berbagai manifestasi terhadap otoritas apapun yang orang tua atau orang lain miliki.

Menghadapi dan berusaha mengatasi perilaku memberontak anak remaja mungkin akan terasa melelahkan, emosional, dan benar-benar sulit bagi orang tua. Namun, apapun yang terjadi, tidak disarankan bagi orang tua untuk membanjiri anak remaja yang memberontak dengan kemarahan atau bahkan kekerasan.

Melansir Paradigm Treatment, ada beberapa cara yang tepat dan terbilang efektif untuk membantu mengatasi anak remaja yang memberontak. Selengkapnya, berikut 5 di antaranya yang sangat disarankan untuk Anda.

Baca Juga: Simak, Ini Beberapa Penyebab Perilaku Agresif pada Anak

1. Tetap bersikap tenang dan terkendali

Hal terpenting yang patut Anda lakukan saat menghadapi anak remaja yang memberontak adalah tetap bersikap tenang. Sebaliknya, hal terburuk yang wajib Anda hindari saat anak remaja memberontak adalah kehilangan kendali atas diri sendiri.

Jika anak melihat orang tuanya kehilangan kesabaran kemudian meneriaki mereka, itu dapat membuat anak mempertanyakan batasan dan konsekuensi yang telah Anda tetapkan. Di sisi lain, anak juga bisa merasa menang atas perilaku buruk yang telah mereka perbuat.

Dibandingkan harus marah-marah kepada anak, sebaiknya Anda mengambil napas dalam-dalam dan menjauhlah jika memang diperlukan. Dengan begini, Anda akan terbantu untuk kembali ke situasi dan pikiran yang lebih jernih sekaligus lebih bijak dalam menghadapi anak remaja yang memberontak.

2. Tentukan aturan yang adil dan sesuai usia anak

Anak remaja mungkin mencoba menunjukkan kecenderungan seperti orang dewasa. Namun, pada akhirnya, Anda lah yang memiliki pengalaman hidup yang diperlukan untuk membuat keputusan penting. Ini berarti menetapkan batasan.

Bahkan, jika anak remaja memberontak, jauh di lubuk hatinya mereka menginginkan kenyamanan dalam batasan. Pada dasarnya, anak remaja membutuhkan bantuan untuk membedakan antara yang benar dan salah. Meskipun mereka ingin membuat keputusan sendiri, ingatlah bahwa otak remaja belum sepenuhnya terbentuk dan mereka masih membutuhkan bimbingan.

Jika perlu, tuliskan aturan yang telah Anda buat sehingga tidak ada lagi pertanyaan tentang apa yang dapat diterima dan tidak dapat diterima di rumah. Jangan khawatir akan menyakiti perasaan anak atau memberinya lebih banyak alasan untuk memberontak. Aturan yang masuk akal mungkin akan membuat anak kesal, namun aturan tersebut akan berdampak positif dalam jangka panjang.

3. Putuskan konsekuensi yang tepat

Sama pentingnya dengan aturan dan batasan, konsekuensi yang tepat untuk setiap pelanggaran juga sangat diperlukan.

Tidak jauh berbeda dengan aturan, konsekuensi sebaiknya ditulis guna mengingatkan anak sekaligus mencegah mereka menilai Anda bersikap tidak adil.

Supaya anak remaja benar-benar memahami tentang apa yang akan terjadi jika mereka melanggar aturan, cobalah untuk membuat dan mendiskusikan konsekuensi secara bersama-sama. Izinkan anak mengutarakan pendapatnya jikalau konsekuensi yang Anda usulkan terlihat tidak masuk akal di mata mereka.

Baca Juga: 5 Tips untuk Menjadi Orang Tua yang Lebih Tenang

4. Fokus pada perilaku baik anak

Penguatan positif merupakan strategi yang cukup efektif tidak hanya bagi balita tetapi juga bagi anak yang mulai menginjak usia remaja. Tidak peduli seberapa memberontaknya anak remaja , tentu mereka tetap ingin dicintai. Salah satu cara untuk menunjukkan cinta Anda kepada mereka yaitu melalui penguatan positif.

Luangkanlah waktu untuk mengenali prestasi dan perilaku baik anak. Sekali pun itu sesuatu yang kecil, menunjukkan rasa bangga kepada anak tetap dapat memotivasi perilaku yang baik untuk maju.

Terkadang, seorang anak remaja yang pemberontak cenderung mencari perhatian negatif karena itu adalah jenis perhatian yang paling mudah untuk mereka dapatkan. Jika Anda hanya memerhatikan anak remaja ketika mereka melakukan kesalahan, maka kecil kemungkinannya bagi mereka untuk melakukan sesuatu yang benar.

Sebaliknya, tunjukkanlah hal positif kepada anak remaja Anda dan perilaku negatifnya mungkin akan semakin berkurang.

5. Ajak anak melakukan konseling

Kemungkinan, orang tua yang paling berdedikasi dan cerdas pun tidak akan mampu mengelola semua emosi anak remaja mereka terutama ketika anak mengalami depresi, kecemasan, bermasalah dengan penyalahgunaan zat, atau memiliki gangguan manajemen kemarahan yang berkontribusi pada perilaku memberontak.

Jika anak memiliki masalah kesehatan mental yang berkontribusi pada pemberontakan, itu artinya Anda memerlukan seorang profesional untuk membantu memperbaikinya.

Konseling bisa menjadi tempat aman yang dibutuhkan anak remaja untuk membantu melepaskan segala sesuatu yang mengganggu sekaligus mengendalikan kembali tindakannya. Anda dapat memulainya dengan menghubungi pihak bimbingan konseling di sekolah anak. Atau, jangan ragu untuk membawa anak ke dokter anak guna mendapatkan rujukan ke terapis yang berspesialisasi dalam kesehatan mental remaja.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Ana Risma

Terbaru
TOPIK TERPOPULER