HOME, Keluarga

Mengenal Apa Itu Pupuk Organik Cair dan Cara Membuatnya

Mengenal Apa Itu Pupuk Organik Cair dan Cara Membuatnya

MOMSMONEY.ID - Pupuk adalah salah satu bahan terpenting dalam perawatan tanaman untuk menutrisi tanah. Pupuk yang paling aman digunakan untuk jangka panjang dan dalam lingkup rumah tangga adalah pupuk organik.

Ada dua jenis bentuk pupuk organik, yaitu yang berbentuk cair dan padat. Keduanya juga dapat dibuat sendiri dengan bahan dasar alami yang ada di rumah.

Dalam bentuk cair, pupuk organik yang dibuat melalui proses fermentasi sehingga menghasilkan larutan hasil pembusukan. Pupuk organik cair (POC) terdiri dari mikroorganisme yang berperan penting dalam membantu pertumbuhan tanaman.

Baca Juga: 6 Jenis Tanaman Hias untuk Mempercantik Teras Rumah

Dilansir dari Cybext, pembuatan pupuk organik cair ini berasal dari bahan organik makhluk hidup, seperti tumbuh-tumbuahan yang sudah tidak digunakan lagi, sayur-sayuran yang tidak layak dikonsumsi, hewan laut yang sudah basi, dan lain-lain. Dalam hal ini, sampah rumah tangga sangat berpotensi untuk dijadikan pupuk organik cair.

Pupuk organik cair dari bahan-bahan alami ini dapat berupa larutan MOL (Mikro Organisme Lokal). Dilansir dari Wikipedia, larutan MOL adalah larutan hasil fermentasi yang berbahan dasar dari berbagai sumber daya yang tersedia setempat. Larutan ini dapat dibuat dengan memanfaatkan limbah rumah tangga, misalnya sisa-sisa tanaman seperti bonggol pisang, gedebog pisang, buah nanas, jerami padi, sisa sayuran, nasi basi, dll.

Cara membuatnya, Anda hanya perlu melarutkan 3 jenis komponen, yakni karbohidrat (air cucian beras, singkong, nasi bekas, dan sebagainya yang mengandung karbohidrat), glukosa (gula pasir, gula merah, atau gula jenis lain yang dicairkan), dan sumber bakteri (kotoran hewan atau bahan-bahan organik yang telah busuk).

Misalnya, Anda ingin  membuat POC dari nasi basi. Anda membutuhkan paling tidak sebanyak 1 kg nasi basi, letakkan di dalam toples hingga 5 hari hingga nasi berwarna oren kekuningan. Jauhkan dari matahari agar nasi tidak kering.

Nasi basi yang sudah berjamur, ditambahkan gula dengan perbandingan 1 liter air dan 5 sendok makan gula pasir. Kemudian, aduk hingga adonan menjadi rata dan tutup selama 2 hari. Gula ini berfungsi sebagai makanan untuk perkembangan mikroorganisme pada nasi, sedangkan nasi basi sebagai starter pupuk cair.

Baca Juga: Ingin Punya Tanaman Anggrek? Begini Cara Mudah Merawatnya

Setelah dua hari, toples dibuka sambil dikocok agar nasi dan gula tercampur rata. Pada proses pengocokkan larutan, tutup toples dan buka sesekali untuk mengeluarkan gas dan tekanan pada hasil fermentasi. Selanjutnya, saring dan masukkan ke dalam botol. Pupuk organik cair siap digunakan.

Kelebihan penggunaan pupuk organik cair ini adalah tidak menyebabkan kerusakan tanah dan tanaman, meski sering digunakan. Selain itu, juga mengandung hormone perangsang pertumbuhan tanaman, lebih mudah diserap tanaman, dan menghentikan pertumbuhan mikroba pengganggu pada tanaman, terutama pada daun dan batang.

Sayangnya, pupuk organik cair ini tak bisa dijadikan sebagai pupuk utama. Anda tetap memerlukan pupuk organik padat sebagai pupuk utama. Sebab, pupuk padat lebih lama tersimpan di dalam tanah daripada pupuk cair.

Pupuk cair dapat disemprotkan langsung pada bagian daun dan batang karena bisa menyerap pupuk langsung lewat pori-porinya. Akan tetapi, Anda harus hati-hati dalam mengaplikasikannya pada daun dan batang. Jika berlebihan, ini akan membunuh tanaman karena overdosis. Ketepatan takaran harus benar-benar diperhatikan. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News