Jenis Makanan dan Aturan untuk Diet Raw Food

Reporter: Helvana Yulian
Minggu, 28 November 2021 | 15:00 WIB
Jenis Makanan dan Aturan untuk Diet Raw Food

MOMSMONEY.ID - Diet raw food adalah pola makan di mana orang yang menjalaninya hanya mengonsumsi makanan mentah, atau makanan yang melalui sedikit proses pengolahan, dikutip dari Mayo Clinic.

Selain itu, makanan juga tidak boleh diproses dengan cara apa pun, seperti dipasteurisasi (mematikan kuman dengan pemanasan bersuhu tinggi) atau disemprot pestisida. 

Sekilas diet ini mirip dengan diet vegan, yaitu diet yang hanya mengonsumsi makanan nabati seperti buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, dan biji-bijian. 

Meski sebagian besar diet raw food sepenuhnya berbahan dasar nabati, tapi ada juga yang masih mengonsumsi telur mentah dan produk susu.

Baca Juga: Bukan Cuma Kaya Serat, Ini Manfaat Ubi Ungu untuk Kesehatan

Dilansir dari Mayo Clinic, di bawah ini adalah beberapa jenis makanan yang bisa dimasukkan sebagai menu harian dalam diet raw food sebagai berikut. 

  • Semua buah dan sayuran segar, atau yang dikeringkan.
  • Makanan laut termasuk ikan laut mentah (misalnya sushi atau sashimi) dan rumput laut.
  • Cokelat yang terbuat dari kakao atau biji cokelat yang tidak melalui proses pembakaran.Air kelapa muda atau air mineral.
  • Makanan yang difermentasi, seperti kimchi atau sauerkraut.
  • Kacang-kacangan, gandum, dan biji-bijian yang mentah atau direndam air.
  • Jus segar tanpa tambahan gula.
  • Daging yang dikeringkan.
  • Makanan organik yang belum melalui proses pengolahan, atau diolah menggunakan suhu tidak lebih dari 48 derajat Celcius.
  • Telur dan olahan susu yang mentah, seperti yoghurt.
  • Susu nabati seperti susu kacang atau susu gandum.

Jika seseorang tertarik melakukan diet raw food, maka  perlu tahu aturan dalam memilih dan mempersiapkan makanan. Beberapa yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut. 

1. Perendaman

Makanan mentah tentu perlu dibersihkan secara menyeluruh, terutama biji-bijian dan kacang-kacangan yang masih mengandung inhibitor enzim dan hanya bisa hancur lewat proses memasak.

Tergantung pada jenis makanannya, proses perendaman memerlukan waktu yang berbeda-beda, mulai 2-24 jam. 

Suhu perendaman juga harus diketahui, apakah di suhu ruangan atau perlu disimpan di lemari pendingin. Setelah proses perendaman selesai, mengeringkannya pun harus di kontainer kedap udara. 

2. Pemanasan

Makanan untuk pelaku diet raw food bisa dipanaskan secara alami memanfaatkan sinar matahari. Istilahnya adalah dehydrating, yaitu meletakkan makanan di kontainer tertutup sehingga makanan akan dipanaskan di temperatur rendah.

Biasanya, metode ini dilakukan dalam pembuatan kismis, tomat, keripik kale, roti, atau crackers. 

Baca Juga: Kenali Manfaat dan Risiko Sebelum Melakukan Diet Buah

3. Blending

Makanan untuk diet raw food juga bisa diblender menggunakan food processor jika ingin dikonsumsi dalam bentuk pesto, smoothies, atau sup. Selain itu, sayur dan buah juga bisa dijus sebelum dikonsumsi. 

Memasak mungkin dapat menurunkan beberapa nutrisi, tapi proses memasakdapat membantu mematikan atau menghancurkan beberapa senyawa dan bakteri berbahaya dalam makanan. 

Oleh sebab itu, cari informasi sebanyak-banyaknya mengenai diet ini. Bila perlu, konsultasikan langsung ke dokter sebelum Anda memutuskan menjalani diet ini. Ingat, diet makanan mentah tidak dapat dilakukan sembarangan. 

Dibutuhkan komitmen yang kuat untuk menjalani prosesnya. Terlepas dari berbagai pro dan kontra diet raw food, ingat selalu tentang kesehatan Anda.  

Jika Anda memiliki kondisi kesehatan tertentu seperti penyakit autoimun, reaksi alergi, HIV/ AIDS, atau kanker tertentu disarankan untuk mengonsultasikan hal ini terlebih dahulu kepada dokter.

Selanjutnya: Transaksi cash management terus meningkat, ini strategi Bank Mandiri

Editor: Helvana Yulian
Terbaru