CLOSE [X]
ads

Hal-Hal yang Dapat Menyebabkan Ikan Akuarium Ogah Makan

Sumber: My Pet Warehouse,Fish Keeping World
Minggu, 22 Mei 2022 | 10:05 WIB
Hal-Hal yang Dapat Menyebabkan Ikan Akuarium Ogah Makan


MOMSMONEY.ID - Ikan hias akuarium umumnya dapat diberi makan dua kali sehari, yakni saat pagi dan sore hari. Jenis makanannya pun beragam dan perlu disesuaikan dengan jenis ikan itu sendiri, seperti pelet, cacing beku, serangga, ikan kecil, dan lain-lain.

Namun, ada kalanya Anda akan menemui beberapa masalah dalam merawatnya. Salah satunya, ikan tidak mau makan. Dilansir dari My Pet Warehouse, kehilangan nafsu makan adalah salah satu tanda pertama yang diperhatikan banyak orang ketika ada yang tidak beres dengan ikan mereka. Ini dapat menjadi hal yang lebih buruk lagi bila Anda tak segera mencari tahu penyebabnya. Untuk membantu Anda mencari tahu alasan ikan tidak mau makan, berikut penyebabnya.

Baca Juga: 9 Cara Mengatasi dan Mencegah Keracunan Amonia pada Ikan Hias Akuarium

Karena Makanan

Ada dua penyebab ikan tidak mau makan karena makanan. Pertama, makanan sudah tidak layak dan kedua, ikan tidak cocok dengan makanan yang Anda berikan. Makanan yang sudah tidak layak adalah makanan kedaluwarsa. Anda perlu memeriksa tanggal penggunaan, bau, dan apakah makanan ikan yang Anda miliki disimpan dengan benar. Sementara makanan yang tidak cocok dengan ikan karena ikan tidak menyukainya. Misalnya saja Anda memelihara ikan herbivora, tetapi Anda memberinya serangga. Ini jelas tidak cocok. Ikan juga sangat mungkin mengalami kebosanan, sehingga memberikan variasi pada makanannya sangat disarankan.

Ikan Sedang Stres

Kondisi stres pada ikan dapat menyebabkan kehilangan nafsu makan. Jika ikan tidak makan, ikan yang stres akan jatuh sakit dan kemudian mati. Ikan yang stres ditandai dengan ciri-ciri ikan lemas, lesu, sering muncul ke permukaan, dan bergerak lambat. Penyebabnya bisa jadi karena lingkungan ikan yang buruk, sering dimainkan oleh tangan manusia, dan intimidasi dari ikan lainnya. Oleh karena itu, Anda disarankan untuk melakukan riset kecil tentang jenis ikan yang boleh disatukan dalam satu akuarium. Selain itu, memberi mereka tempat bersembunyi seperti tanaman air akan membuat mereka merasa nyaman dan aman.

Tanda Suatu Penyakit

Ikan sangat rentan terhadap jenis parasit dan infeksi. Monogea, copepoda parasit, dan bahkan lintah dapat dibawa oleh ikan. Selain itu, jamur juga dapat menjangkiti ikan, yakni ich. Meskipun ich memengaruhi bagian luar tubuh, tetapi dapat membuat ikan Anda merasa tidak enak dan kehilangan nafsu makan. Jika hal ini tidak segera diobati, ikan akan segera mati karena penyakitnya dan kekurangan nutrisi.

Baca Juga: Tanda-Tanda Ikan Cupang Akan Mati, Kenali Gejala Penyakitnya

Kualitas Air Buruk

Penyebab umum ikan tidak mau makan yang tak disadari oleh orang-orang adalah kualitas air yang buruk. Dilansir dari Fish Keeping Forever, ikan sensitif terhadap perubahan keseimbangan pH dan bahan kimia di dalam air. Air akuarium yang tak dibersihkan juga akan memengaruhi kehidupan ikan. Sebab, ikan makan, buang air kecil, dan buang air besar di air yang sama.

Selain itu, suhu air yang tidak tepat juga dapat mengurangi nafsu makan ikan. Sebagian besar ikan air tawar paling baik hidup di suhu air 23-26,5 derajat C. Jika suhu terlalu dingin dari itu, ikan akan kehilangan nafsu makannya karena kedinginan.

Pencahayaan Tidak Tepat

Ikan terkadang tidak berpigmen sama sekali. Warna cerah mereka terkadang merupakan bakteri hidup. Bakteri ini tidak dianggap parasit karena mereka memberikan manfaat satu sama lain, salah satunya memberikan nutrisi yang bermanfaat. Bakteri ini hidup bergantung pada spektrum cahaya tertentu untuk berkembang dan menjadi sehat.

Jika Anda tidak pas dalam meletakkan dan mengatur lampu, ini dapat menyebabkan bakteri baik tidak berkembang. Hasilnya, ikan juga tidak akan merasa baik dan tidak mau makan. Oleh karena itu, penting sekali untuk mengetahui lebih dulu jenis ikan yang akan dipelihara untuk memastikan ikan mendapatkan pencahayaan yang sesuai.  

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Anggi Miftasha

Terbaru
TOPIK TERPOPULER