Bedak Johnson & Johnson Ditarik Karena Mengandung Asbestos, Ini 4 Bahaya Asbestos!

Reporter: Ana Risma
Kamis, 18 Agustus 2022 | 20:20 WIB
Bedak Johnson & Johnson Ditarik Karena Mengandung Asbestos, Ini 4 Bahaya Asbestos!


MOMSMONEY.ID - Perusahaan Johnson & Johnson baru-baru ini mengumumkan akan mengakhiri penjualan produk bedak berbasis talc mereka di seluruh dunia pada tahun 2023.

Dikutip dari Asbestos.com, alasan Johnson & Johnson melakukan tindakan tersebut lantaran perusahaan ini telah mendapatkan ribuan tuntutan hukum dari konsumen dan penyintas kanker yang mengklaim bahwa kebanyakan produk bedak Johnson & Johnson terkontaminasi salah satu karsinogen bernama asbestos yang berisiko menyebabkan berbagai masalah kesehatan.

Asbestos sebagaimana dilansir dari Kinnect adalah serat mineral tak kasat mata yang relatif aman jika terbungkus dan bahan yang dikandungnya tetap tidak rusak. Namun, jika asbestos terganggu atau rusak, serat mikroskopis ini akan terbawa udara dan bisa dengan mudah masuk ke dalam tubuh serta terperangkap saat terhirup atau tertelan.

Baca Juga: Waspadai, Ini 4 Penyakit yang Ditandai dengan Rasa Sakit Perut Bagian Bawah

Melansir laman Agency for Toxic Substances and Disease Registry dan Marquette University, paparan asbestos yang tinggi dapat membahayakan kesehatan tubuh dan menyebabkan beragam penyakit serius. Patut Anda tahu, inilah 4 penyakit yang dapat disebabkan oleh paparan asbestos.

1. Asbestosis

Asbestosis adalah penyakit pernapasan yang serius, kronis, dan non-kanker. Penyakit ini berupa jaringan parut di paru-paru yang disebabkan oleh serat asbestos yang terhirup.

Adapun gejala dari penyakit asbestosis meliputi sesak napas dan suara berderak kering di paru-paru saat menghirup.

Asbestosis biasanya terjadi pada orang-orang dengan paparan asbestos yang sangat tinggi dalam waktu yang lama. Pada stadium lanjut, penyakit asbestosis dapat menyebabkan gagal jantung.

2. Kanker paru-paru

Kanker paru-paru akibat paparan asbestos menyebabkan jumlah kematian yang besar. Kasus kanker paru-paru pada orang yang terlibat langsung dalam penambangan, penggilingan, pembuatan, dan penggunaan asbestos jauh lebih tinggi daripada populasi umum.

Gejala kanker paru-paru yang paling umum meliputi batuk dan perubahan pernapasan. Gejala lainnya termasuk sesak napas, nyeri dada terus-menerus, suara serak, dan anemia.

Orang yang telah terpapar asbestos dan terkena beberapa karsinogen lainnya seperti asap rokok memiliki risiko lebih besar terkena kanker paru-paru daripada orang yang hanya terpapar asbestos. Satu studi menemukan bahwa pekerja asbestos yang merokok memiliki kemungkinan 90 kali lebih tinggi terkena kanker paru-paru dibandingkan orang yang tidak merokok atau pernah terpapar asbestos.

3. Mesothelioma

Mesothelioma adalah bentuk kanker langka yang paling sering terjadi pada lapisan selaput tipis paru-paru, dada, perut, dan terkadang jantung.

Sekitar 200 kasus mesothelioma didiagnosis setiap tahun di Amerika Serikat. Dan, hampir semua kasus mesothelioma berkaitan dengan paparan asbestos.

Orang-orang yang bekerja di tambang asbestos, pabrik asbestos, dan galangan kapal yang menggunakan asbestos serta orang yang membuat dan memasang insulasi asbestos memiliki peningkatan risiko mesothelioma.

4. Penyakit pleura

Penyakit pleura adalah kondisi paru-paru non-kanker yang menyebabkan perubahan pada membran yang mengelilingi paru-paru dan rongga dada (pleura).

Selaput dapat menjadi lebih tebal di seluruh penebalan pleura difus atau di daerah yang terisolasi plak pleura. Cairan juga dapat menumpuk di sekitar paru-paru atau yang biasa disebut sebagai efusi pleura.

Tidak semua orang dengan perubahan pleura akan mengalami masalah pernapasan. Tetapi, beberapa mungkin memiliki fungsi paru-paru yang kurang efisien.

Moms, itulah 4 penyakit yang dapat disebabkan oleh paparan asbestos. Selain kanker paru-paru dan mesothelioma, paparan asbestos juga bisa menyebabkan kanker laring dan ovarium. Bukti saat ini menunjukkan bahwa paparan asbestos juga dapat menyebabkan kanker faring, lambung, dan kolorektum.

Jika selama ini Anda merasa sering terpapar asbestos, pastikan untuk segera mengunjungi dokter atau penyedia layanan medis lainnya. Ini dilakukan untuk mencegah kerusakan lebih lanjut pada sistem pernapasan sekaligus menurunkan kemungkinan penyakit berkembang dan memperlambat perkembangan penyakit yang ada.

Adapun beberapa perawatan pencegahan yang berkaitan dengan paparan asbestos meliputi sebagai berikut:

  • Melakukan pemeriksaan kesehatan secara teratur
  • Melakukan vaksinasi rutin terhadap flu dan pneumonia pneumokokus
  • Berhenti merokok
  • Menghindari paparan asbestos lebih lanjut

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Ana Risma

Terbaru
TERPOPULER
TOPIK TERPOPULER