Suku Bunga Acuan Naik, Apa Dampaknya?

Reporter: Benedicta Prima
Jumat, 23 September 2022 | 13:00 WIB
Suku Bunga Acuan Naik, Apa Dampaknya?

ILUSTRASI. Suku Bunga Acuan Naik, Apa Dampaknya?


MOMSMONEY.ID - Bank Indonesia (BI) baru saja menaikan tingkat suku bunga acuan yang disebut dengan nama BI -7DRRR (Bank Indonesia 7 Days Reverse Repo Rate) menjadi 4,25%. Diikuti dengan kenaikan suku bunga depocit facility menjadi 3,5% dan suku bunga lending facility menjadi 5%.

Apakah Moms memahami dampak saat suku bunga Bank Indonesia (BI) naik? Sebelum mempelajari dampak nyata yang akan Moms rasakan di kehidupan sehari-hari, yuk kita pahami dulu soal suku bunga acuan ini!

Apa itu suku bunga acuan Bank Indonesia?

Melansir OCBC NISP suku bunga acuan adalah kebijakan yang dikeluarkan oleh BI setiap bulan untu mengatur keuangan di suatu negara. Di dunia keuangan suku bunga acuan ini adalah standar suku bunga wajib yang jadi acuan seluruh lembaga perbankan. Sehingga saat suku bunga acuan turun, maka suku bunga produk perbankan akan turun. Pun begitu sebaliknya. 

Baca Juga: BI Naikkan Suku Bunga Acuan 50 Basis Poin Jadi 4,25%

Bagaimana dampak yang akan dirasakan dengan kenaikan suku bunga acuan? 

Nah, kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia juga selalu diikuti kenaikan suku bunga depocit facility dan suku bunga lending facility. Apa sih kedua suku bunga itu? 

Melansir situs resmi Bank Indonesia, suku bunga depocit facility adalah suku bunga yang ditetapkan saat perbankan meletakan dana Rupiah di Bank Indonesia. Sedangkan suku bunga lending facility adalah suku bunga yang ditetapkan saat Bank Inonesia memberikan dana Rupiah ke perbankan.

Artinya saat perbankan meletakan dana di Bank Indonesia, suku bunga atau imbalan perbankan mengalami peningkatan. Saat Bank Indonesia memberikan dana ke perbankan, beban suku bunga juga mengalami peningkatan. 

Maka dalam kondisi suku bunga acuan BI naik, perbankan akan lebih senang menyimpan dananya di BI karena imbal hasilnya meningkat. Sebaliknya bank cenderung malas untuk melakukan pinjaman dari Bank Indonesia. 

 

Moms harus membayar lebih saat mau melakukan pinjaman ke perbankan

Bank mengetahui jika dia membutuhkan dana dari BI, beban bunga akan bertambah. Maka perbankan akan ikut menaikan beban bunga kepada nasabah yang akan melakukan pinjaman. Nah jika Moms sedang banyak pinjaman atau cicilan rumah maupun motor, biasanya beban bunga akan ikut meningkat. Pada akhirnya kenaikan suku bunga acuan ini juga akan mengurangi pendapatan Anda. 

Baca Juga: Trik Asik Persiapkan Dana Pensiun

Kenaikan suku bunga acuan juga meningkatkan bunga simpanan

Sebaliknya, saat  suku bunga naik maka suku bunga depocit facility akan naik. Artinya jika perbankan meletakan dana di BI, perbankan akan mendapatkan kenaikan imbal hasil. Ini akan mendorong perbankan untuk menawarkan imbal hasil kepada nasabah yang mau melakukan simpanan. 

Melansir Bareksa, saat suku bunga naik maka reksadana pasar uang jadi memiliki imbal hasil yang juga menarik. Reksadana pasar uang menjadi pilihan terbaik untuk jangka pendek sekitar satu tahun. 

Melansir Kompas, kenaikan suku bunga juga akan membuat suku bunga deposito meningkat. Artinya nasabah yang memiliki uang di deposito akan mendapatkan kenaikan imbal hasil. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Benedicta Alvinta

Terbaru
TERPOPULER
TOPIK TERPOPULER