Sudah Normal Belum? Yuk, Ketahui Frekuensi Buang Air Besar yang Normal

Reporter: Christ Penthatesia
Kamis, 14 Oktober 2021 | 08:23 WIB
Sudah Normal Belum? Yuk, Ketahui Frekuensi Buang Air Besar yang Normal

ILUSTRASI. Frekuensi buang air besar yang normal biasanya dipengaruhi oleh banyak faktor

MOMSMONEY.ID -Buang air besar merupakan aktivitas wajib yang perlu dilakukan manusia. Buang air besar perlu dilakukan untuk membuang sisa makanan dan racun yang ada dalam tubuh.

Frekuensi buang air besar bisa mempengarungi kesehatan seseorang. Frekuensi buang air besar yang normal pun bisa dijadikan indikasi adanya masalah pencernaan pada seseorang.

Menurut laman Health Line, tidak ada patokan normal frekuensi buang air besar atau berapa kali seseorang harus buang air besar dalam sehari. Patokan umum yang digunakan secara normal adalah tiga kali sehari hingga tiga kali dalam seminggu. 

Baca Juga: Susah Buang Air Besar? Ketahui Penyebabnya Berikut Ini

Biasanya keinginan untuk buang air besar dirasakan saat pagi hari setelah bangun tidur. Tak jarang bahkan ada yang merasa ingin buang air besar saat siang hari. 

Berdasarkan survey yang dilakukan Health Line, sebanyak 50% orang memiliki frekuensi buang air besar satu kali dalam sehari. 28% memiliki frekuensi buang air besar dua kali dalam sehari. 

Dan hanya 5.6% yang melaporkan memiliki frekuensi buang air besar satu hingga dua kali seminggu.

Frekuensi buang air besar tersebut dapat dipengaruhi oleh banyak faktor. Salah satunya adalah makanan. Serat yang terkandung dalam makanan gandum, biji-bijian, buah-buahan dan sayuran dapat membuat seseorang memiliki frekuensi buang air besar yang lebih sering.

Baca Juga: Kaya Serat, Buah-buahan Ini Ampuh Atasi Sembelit Mengganggu

Sedangkan jika seseorang tidak mengkonsumsi banyak serat tentunya akan mendapatkan frekuensi buang air besar yang sering. Selain itu makanan yang bertekstur halus bisa membantu Anda yang memiliki gangguan sembelit untuk lebih lancar buang air besar.

Di samping itu, faktor umur dan aktivitas juga bisa menjadi faktor yang mempengaruhi frekuensi buang air besar. Semakin tua umur akan lebih mudah terserang konstipasi atau sembelit. Sedangkan jika Anda rutin melakukan aktivitas fisik maka kemungkinan buang air besar dengan sering bisa terjadi.

Feses yang dikeluarkan selama proses buang air besar yang normal biasanya bertekstur lembut dan tidak memperlukan banyak tenaga untuk dikeluarkan. Selain itu jika feses yang dikeluarkan berbentuk cair dapat dijadikan indikasi adanya masalah pencernaan.

Hal tersebut terjadi karena tubuh tidak dapat menyerap banyak nutrisi dari makanan dan membuatnya lebih cepat dikeluarkan. Warna feses yang baik adalah kecoklatan yang disebabkan peleburan sel sel darah merah dalam tubuh. 

Selanjutnya: Anak Sering Marah Tidak Wajar, Inilah 5 Penyebabnya yang Tak Terduga

 

 

Editor: Christ Penthatesia
Terbaru