Seberapa Menarik Saham Big Caps untuk Dikoleksi

Reporter: Jane Aprilyani
Sabtu, 15 Januari 2022 | 10:45 WIB
Seberapa Menarik Saham Big Caps untuk Dikoleksi

MOMSMONEY.ID - Sepanjang tiga tahun belakangan, beberapa emiten berkapitalisasi besar mampu mencetak kinerja saham yang tegap. Bahkan di tengah serbuan wabah Covid-19, saham emiten big caps tak dapat dirobohkan.

Sebut saja, saham PT Adaro Energy Tbk. Emiten tambang batubara ini berhasil menembus level tertinggi sepanjang tahun 2021 di posisi Rp 2.250 per saham pada Jumat (31/12). Jauh menanjak dari harga di akhir 2020, yakni Rp 1.260.

Menyusul, saham PT Indosat Tbk yang juga mencetak rekor pada akhir 2021. Harga saham emiten telekomunikasi dengan sandi ISAT ini ditutup di posisi Rp 6.200 per unit. Ini merupakan harga tertinggi sepanjang tahun lalu.

Baca Juga: 4 Tren Warna Dapur 2022 yang Bisa Bikin Semangat Memasak

PT Kalbe Farma Tbk juga sukses meraih rekor anyar. Menutup tahun 2021, harga saham emiten berkode KLBF ini berada di posisi Rp 1.615 per saham, atau menjadi harga tertinggi tahun 2021. Bila ditelisik pada 31 Desember 2018, harga saham KLBF hanya menyentuh level Rp 1.464 atau naik 1,51%.

Kini, kapitalisasi pasar KLBF mencapai Rp 75,94 triliun.

Analis menilai, kenaikan harga saham-saham big cap selama tiga tahun belakangan ini tak lepas dari capaian kinerja dan aksi korporasi tiap emiten. Apalagi, jika dicermati lebih lanjut, beberapa emiten mampu mempertahankan pertumbuhan bisnis di tengah pandemi, dua tahun belakangan.

Baca Juga: Promo Telkomsel x OVO, Transaksi di MyTelkomsel Bisa Dapat Cashback 75%!

Makanya, David Nathanael Sutyanto, Head Equity and Research Ekuator Swarna Sekuritas, mengatakan, wajar jika investor mencermati dan membeli saham emiten big caps di kala pandemi dan ketidakpastian ekonomi.

"Karena realisasi kinerjanya cukup baik dan aksi korporasinya membuat kinerjanya positif," ucap David.

Senada, Research Analyst FAC Sekuritas Indonesia, Patrick Jorghy Manek melihat penguatan harga saham kapitalisasi besar didorong beberapa hal. Di antaranya risiko investasinya dapat terukur. Maksud Patrick, saham big caps memiliki kinerja yang stabil. Sehingga, saat perekonomian tak membaik, emiten big caps tidak akan terdampak besar.

Faktor lainnya yakni potensi pemulihan ekonomi negara yang menciptakan inflow dana asing ke Indonesia.

"Di saat asing akan menyuntikkan dana ke pasar modal Indonesia, mereka akan masuk lewat saham-saham kapitalisasi besar," terang Patrick.

Tak heran bila Patrick menyebut mayoritas saham big caps layak dicermati investor. Terutama saham di sektor perbankan, telekomunikasi, teknologi, dan properti.

Baca Juga: Promo Tokopedia untuk Pengguna Baru, Beli Pulsa dan Paket Data Diskon 15 Ribu!

Selanjutnya: Promo J.CO Mingguan sampai 16 Januari 2022, Paket Menarik untuk Donut dan Minuman

Editor: Jane Aprilyani
Terbaru