Pemerintah Dorong Penggunaan Kompor Listrik, Apa Kelebihannya?

Reporter: Benedicta Prima
Rabu, 21 September 2022 | 18:25 WIB
Pemerintah Dorong Penggunaan Kompor Listrik, Apa Kelebihannya?

ILUSTRASI. Menggunakan kompor listrik.


MOMSMONEY.ID - Pemerintah berencana mengubah kebiasaan masyarakat menggunakan LPG 3 kg ke kompor listrik. Untuk menerapkan rencana tersebut, Pemerintah akan membagikan 300.000 kompor listrik dengan daya 800 watt hingga 1.000 watt. 

Jika rencana tersebut terealisasi, apa sih keuntungan menggunakan kompor listrik? Yuk simak penjelasan di bawah ini!

Lebih hemat 10-30% dibandingkan memasak dengan kompor gas

Mengutip kompas.com, biaya yang dikeluarkan masyarakat apabila menggunakan kompor induksi alias kompor listrik bisa 10-30% lebih rendah dibandingkan menggunakan LPG 3 kg. Namun, listrik di rumah tentu perlu memiliki daya yang cukup. Dengan daya yang dibutuhkan mencapai 1000 watt per kompor, maka listrik di rumah harus di pasang lebih dari itu. Misalkan saja 1.300 watt atau 2.200 watt. 

Baca Juga: Cegah Kebakaran, Yuk Pahami Masa Pakai Ideal Kompor Gas

Suhu panas dapat dikontrol dengan mudah

Melansir Dekoruma, suhu panas yang dikeluarkan kompor induksi dapat dikontrol dengan mudah dan cuku presisi. Panas dari kompor induksi juga cepat menyebar dan mencapai suhu yang diinginkan, pun sebaliknya. Sehingga makanan jadi tidak mudah gosong. 

Permukaan kompor rata

Keuntungan lainnya adalah masakan jadi tiak mudah tumpah karena permukaan kompor yang rata. Selain itu lebih mudah dibersihkan dari noda masakan, serta meminimalisir risiko terkena luka bakar. 

Memilki tampilan modern

Tampilan ini memberikan fungsi estetika di dapur. Anda bisa dengan mudah mempercantik dapur hanya dengan menggunakan kompor listrik yang memiliki desain kekinian. 

Lebih praktis dan hemat

Melansir situs resmi PLN, penggunaan kompor listrik lebih praktis karena Moms tidak perlu menukarkan tabung LPG ketika habis. Kompor ini juga tidak menimbulkan sentuhan langsung manusia dengan udara panas yang dihasilkan. Sebab panas langsung dialirkan kea lat masak. 

PLN juga menghitung rumah tangga kecil rata-rata menghabiskan 11,4 kg LPG subsidi dengan biaya sekitar Rp 79.400 per bulan, setelah disubsidi pemerintah Rp 125.400. Sehingga biaya yang dibutuhkan mencapai Rp 204.800 per bulan. 

Baca Juga: Kementerian BUMN Dorong Penggunaan Kompor Listrik

Sementara itu jika menggunakan kompor listrik, harga tanpa subsid adalah Rp 1.444,7 per kWh. Sedangkan kebutuhan memasak dengan kompor listrik membutuhkan 82 kWh per bulan sehingga biaya yang dikeluarkan tanpa subsidi sebesar Rp 118.465 per bulan. 

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Benedicta Alvinta

Terbaru
TERPOPULER
TOPIK TERPOPULER