Moms, Simak Cara Mengajarkan Anak untuk Menggunakan Toilet Sendiri

Sumber: Ikatan Dokter Anak Indone
Rabu, 01 September 2021 | 11:48 WIB
Moms, Simak Cara Mengajarkan Anak untuk Menggunakan Toilet Sendiri

ILUSTRASI. Toilet Training

MOMSMONEY.ID - Supaya anak mandiri dan tidak ketergantungan kepada orang tua dalam menggunakan toilet, maka sangat penting untuk melatih mereka melalui toilet training.

Toilet training dapat dimulai ketika anak sudah memiliki kesiapan yang dilihat dari kematangan fisik dan psikologis. Kematangan fisik dan psikologis anak secara umum muncul pada usia 18 bulan sampai 2,5 tahun.

Adapun tanda-tanda anak sudah siap untuk belajar menggunakan toilet sendiri adalah sebagai berikut:

  • Anak mampu meniru dan menunjukkan ketertarikan untuk belajar. Contohnya mengikuti Moms ke kamar mandi.
  • Anak mampu mengembalikan benda-benda ke tempatnya baik diminta atau tidak.
  • Anak mampu menunjukkan tanda kemandirian dengan berkata tidak.
  • Anak sudah mampu berjalan dan duduk dengan baik.
  • Anak mampu menyampaikan rasa ingin buang air kecil maupun besar.
  • Anak mampu melepas dan mengenakan pakaian mereka sendiri.

Baca Juga: Manfaat dan Risiko Penggunaan Dot Bayi, Moms Wajib Tahu!

Setelah siap, tahapan toilet training pun dapat dimulai.

Tahapan toilet training

1. Sampaikan maksud buang air

Tahap pertama yang harus Moms lakukan tentu menyampaikan maksud di balik toilet training yang harus anak jalani. Ketika menjelaskan, pastikan Moms menggunakan kata-kata yang mudah dicerna oleh anak.

Sampaikan pula alasan yang logis mengapa anak harus bisa menggunakan toilet, misalnya dapat menjadikan anak mandiri dan peduli akan kebersihan diri sendiri.

2. Melepas celana sendiri

Setelah anak paham dengan penjelasan Moms sebelumnya, lanjutkan dengan meminta anak untuk melepas celana mereka sendiri. Ingatkan pada mereka untuk melepas celana dengan tenang.

Jika anak kesusahan, misalnya dalam membuka kancing atau resleting, maka bantu mereka dan jelaskan cara mudah yang bisa dilakukan untuk melepaskan celana mereka.

3. Peragakan posisi buang air di toilet

Memasuki tahapan inti, pastikan Moms memperagakan terlebih dahulu posisi yang harus anak lakukan. Sesuaikan posisi dengan bentuk toilet yang dimiliki, apakah itu toilet duduk atau jongkok.

Untuk membantu anak tetap seimbang dalam menemukan posisi terbaiknya, minta mereka untuk sembari memegang tubuh Moms atau benda kokoh yang ada di sekelilingnya.

Ingatkan juga kepada anak untuk tidak beranjak dari toilet jika mereka masih merasa mulas atau belum puas.

4. Contohkan cara membersihkan bagian tubuh terkait

Usai menyelesaikan proses buang air, hal selanjutnya yang wajib dilakukan adalah bersih-bersih. Moms harus menjelaskan kepada anak area tubuh mana saja yang wajib dibersihkan menggunakan air dan sabun.

Contohkan juga gerakan membersihkan dengan menggunakan tangan kiri yang disarankan yakni dari arah depan ke belakang, bukan justru sebaliknya.

5. Mengenakan celana kembali

Ketika sudah dipastikan bersih, ajarkan anak untuk mengeringkan bagian tubuh yang basah terlebih dahulu dengan menggunakan tisu kering atau handuk sebelum memakai celana mereka kembali.

6. Menyiram toilet

Bukan hanya kebersihan tubuh yang harus dijaga, melainkan toilet juga. Moms harus selalu mengingatkan anak untuk tidak lupa menyiram kotoran mereka sehabis buang air hingga benar-benar bersih.

Jika itu toilet jongkok, Moms bisa mengajarkan cara mengambil air secara perlahan dengan menggunakan gayung.

Apabila yang digunakan adalah toilet duduk, maka ajarkan kepada anak cara menggunakan tombol flush yang ada pada toilet untuk menyiramnya.

7. Mencuci tangan

Seberes itu semua, biasakan anak untuk mencuci tangan mereka dengan sabun usai melakukan buang air besar. Ajarkan anak untuk mempraktikkan langkah cuci tangan sesuai anjuran kesehatan sebagai berikut:

Langkah Cuci Tangan

Nah Moms, ketika anak berhasil menyelesaikan tahapan demi tahapan toilet training, jangan lupa untuk memberikan mereka pujian ya. Sebelum melakukannya, sempatkan juga untuk menyemangati anak supaya rasa percaya diri mereka meningkat dan tidak merasa tertekan. Pasalnya, perasaan tertekan atau tidak nyaman dapat mendorong anak untuk lebih memilih menahan buang airnya.

Pastikan Moms bersikap tenang serta tidak menunjukkan ekspresi cemas atau berharap berlebihan tentang anak yang harus segera mandiri dalam menggunakan toilet.

Toilet training ini dapat dimulai satu kali sehari pada waktu yang sama, seperti setelah makan, saat mandi, atau ketika anak tidak berpakaian.

Apabila hingga usia 7 tahun anak tak kunjung dapat mengendalikan buang airnya, disarankan bagi Moms untuk berkonsultasi dengan dokter anak.

Selanjutnya: Cara Mudah Membangun Self-Esteem Anak, Supaya Mereka Bisa Menghargai Diri Sendiri

 

Editor: Ana Risma
Terbaru