Mengelola Keuangan dengan Konsep Syariah agar Bahagia Dunia Akhirat

Reporter: Dikky Setiawan
Senin, 19 Juli 2021 | 15:54 WIB
Mengelola Keuangan dengan Konsep Syariah agar Bahagia Dunia Akhirat

ILUSTRASI. Perencanaan syariah juga meliputi merencanakan pendapatan dan pengeluaran dengan baik, mengelola manajemen utang, perlindungan secara syariah (asuransi), serta investasi syariah. /pho KONTAN/Carolus Agus waluyo/18/11/2020.

MOMSMONEY.ID -Perencanaan keuangan secara syariah kini semakin dikenal masyarakat Indonesia. Maklum, semakin banyak kaum muslim yang membutuhkan penerapan prinsip syariah dalam pengelolaan keuangan pribadi atau rumah tangga. 

Sesuai konsepnya, perencanaan keuangan syariah berarti perencanaan keuangan yang menerapkan prinsip syariah Islam. 

Menurut Mike Rini, perencana keuangan dari MRE Financial & Advisory, perencanaan keuangan syariah adalah bagaimana mencapai tujuan keuangan dengan cara yang baik sesuai syariat Islam.

Dalam perencanaan keuangan syariah, lanjut Mike, harta dipandang sebagai titipan Sang Pencipta. 

Baca Juga: Cara Bijak Memilih Asuransi Pendidikan Anak

Dengan kata lain, harta yang kita dapatkan dari hasil bekerja, bukan milik sendiri. Karena titipan Tuhan, harta tersebut harus bisa kita pertanggungjawabkan. 

"Harta juga dipandang sebagai cobaan, jangan mudah terbius oleh harta, jangan serakah," kata dia. 

Oleh karena itu, dalam perencanaan keuangan syariah, perbuatan yang dilakukan haruslah perbuatan yang baik dan memberikan berkah. Dari perbuatan yang baik ini, baru kita melakukan perencanaan keuangan secara syariah. 

Perencanaan syariah juga meliputi merencanakan pendapatan dan pengeluaran dengan baik, mengelola manajemen utang, perlindungan secara syariah (asuransi), serta investasi syariah. 

"Antara pendapatan dan pengeluaran harus dijalankan dalam koridor syariah. Pendapatan tidak hanya untuk mensejahterakan dunia saja, tetapi juga kehidupan di akhirat nanti," imbuh Mike. 

Baca Juga: Cermati Polis Asuransi agar Anda Tidak Merugi

Merencanakan penghasilan

Ketika merencanakan penghasilan, Mike bilang, seseorang tidak disarankan sekadar mencari uang, tapi juga dituntut untuk melakukannya berdasarkan ajaran Islam.

Contoh, mencari penghasilan dari bisnis. Sesuai prinsip syariah, Anda diharamkan untuk menjalankan bisnis pelacuran, perjudian, dan menipu orang. 

"Pilih bisnis yang sesuai dengan prinsip syariah, baik dari barang yang diproduksi, cara menjualnya, dan bagaimana menjalankan bisnis tersebut," beber Mike. 

Dalam perencanaan keuangan syariah, terdapat pula investasi. Investasi syariah adalah jenis-jenis investasi yang diperkenankan dalam syariat Islam. 

Editor: Dikky Setiawan
Terbaru