Membentuk Anak Menjadi Pribadi yang Positif dengan Beberapa Cara Ini

Reporter: Ana Risma
Selasa, 14 September 2021 | 14:22 WIB
Membentuk Anak Menjadi Pribadi yang Positif dengan Beberapa Cara Ini

ILUSTRASI. Membentuk Anak Menjadi Pribadi yang Positif

MOMSMONEY.ID - Setiap orang tua pasti menginginkan anak-anak mereka tumbuh menjadi orang yang baik dan tidak memedulikan diri sendiri. Akhirnya, banyak upaya yang coba orang tua lakukan demi mewujudkan harapan tersebut.

Sebenarnya, membentuk karakter positif pada anak bisa diawali dengan cara-cara yang sederhana namun tetap akan membuahkan hasil selagi dilakukan secara konsisten.

Melansir Very Well Family, inilah 6 cara yang bisa Anda praktikkan untuk mendorong anak tumbuh menjadi seseorang berkepribadian baik kini hingga nanti. Yuk, simak!

Baca Juga: Cara Mudah Mengajarkan Cuci Tangan kepada Anak

1. Tumbuhkan empati anak

Salah satu sifat paling mendasar yang terdapat pada orang baik ialah adanya kecerdasan emosional dan empati yang mana mereka memiliki kemampuan untuk menempatkan diri pada posisi orang lain. Penelitian menunjukkan bahwa kecerdasan emosional yang tinggi tidak hanya menjadikan seseorang mampu memahami perasaan sendiri maupun orang lain, melainkan juga menjadi komponen penting untuk meraih kesuksesan.

Untuk mendorong empati anak, ajak mereka berbicara tentang perasaannya dan pastikan anak tahu bahwa Anda peduli kepada mereka. Ketika anak berkonflik dengan temannya, minta mereka untuk membayangkan perasaan temannya dan jangan lupa untuk menunjukkan bagaimanya caranya mengelola emosi dengan baik.

2. Dorong anak untuk menyemangati orang lain

Di tengah isu bullying yang tak jarang santer terdengar, ajarkanlah kepada anak Anda tentang betapa pentingnya perilaku saling mendukung satu sama lain. Dorong anak untuk tidak ragu melakukan sesuatu yang bisa membuat hari seseorang menjadi lebih baik sekali pun itu kecil misalnya menepuk pundak teman yang sedang sedih.

Jangan lupa juga untuk menjelaskan kepada anak Anda tentang efek negatif perilaku bullying dari dua sisi, baik bagi orang yang ditindas maupun orang yang menindas.

3. Ajarkan anak menjadi relawan

Mengajarkan anak menjadi relawan bisa dimulai di sekitar lingkungan rumah. Anda bisa mengajak mereka untuk membantu tetangga lanjut usia atau mengumpulkan barang-barang yang sudah tidak digunakan tapi masih layak pakai untuk disumbangkan ke tempat penampungan orang-orang terlantar. Tindakan sukarela yang demikian dapat membentuk karakter positif pada anak.

Ketika anak-anak membantu orang lain, mereka akan belajar untuk memikirkan kebutuhan orang-orang yang kurang beruntung dibandingkan hanya berfokus pada diri sendiri. Perasaan bangga dalam diri anak juga akan mucul ketika mereka berhasil memudahkan hidup orang lain.

4. Ajak anak untuk selalu bersyukur

Mengajarkan anak bagaimana cara bersyukur dan mengucapkan terima kasih merupakan komponen utama untuk membentuk karakter baik pada diri anak. Ajarkanlah kepada anak untuk tidak lupa mengucapkan terima kasih atas segala hal yang mereka dapatkan atau miliki.

Pastikan Anda memberikan contoh nyata secara konsisten supaya anak bisa meniru perilaku bersyukur yang Anda harapkan.

5. Perlakukan anak secara baik dan terhormat

Cara paling efektif untuk membuat anak-anak berbicara dengan baik dan hormat kepada Anda atau orang lain yaitu dengan mempraktikannya terlebih dahulu kepada anak.

Jika Anda menginginkan anak berbicara sopan kepada Anda, pastikan Anda memikirkan bagaimana cara ketika Anda berbicara kepada mereka. Apakah kata-kata atau nada yang Anda lontarkan kepada anak sudah baik atau justru kasar?

Agar anak tumbuh menjadi seseorang berkepribadian baik, maka pertimbangkanlah cara Anda berbicara, bertindak, dan berpikir. Cobalah untuk memilih nada serta cara berbicara yang ramah dan sopan kepada anak Anda bahkan ketika mereka melakukan kesalahan atau berperilaku buruk.

6. Tidak menghadiahi anak dengan sering

Anak yang mau membantu orang lain memang patut diapresiasi. Namun, bukan berarti Anda harus selalu memberikan mereka hadiah untuk setiap perbuatan baik yang telah mereka lakukan. Dengan begitu, anak tidak akan mengasosiasikan bahwa menjadi baik bertujuan untuk mendapatkan hadiah tertentu, melainkan anak akan belajar bahwa perasaan senang karena membantu orang lain itulah yang justru menjadi hadiah sebenarnya.

Meskipun demikian, bukan berarti Anda tidak boleh memberikan hadiah kepada anak sama sekali. Anda bisa menghadiahi anak sesekali dengan cara yang bagus untuk menunjukkan kepada mereka tentang rasa syukur Anda atas hal-hal baik yang sudah anak lakukan.

Selain 6 cara di atas, pastikan Anda menjadi role model yang baik terlebih dahulu jika Anda menginginkan anak tumbuh menjadi pribadi yang positif sesuai dengan harapan Anda. Sebisa mungkin hindarilah perilaku-perilaku tidak bermanfaat seperti bergosip dan terapkan perilaku baik yang bisa mendorong anak untuk menirunya seperti berbicara ramah dan sopan kepada siapa saja misalnya kepada pelayan toko.

Selanjutnya: 6 Cara Meningkatkan Mood, Konsentrasi, dan Perilaku Anak. Patut untuk Dipraktikkan!

 

Editor: Ana Risma
Terbaru