CLOSE [X]
ads

Kenali Tanda-Tanda Munculnya Kanker Otak yang Perlu Anda Waspadai

Reporter: Helvana Yulian
Kamis, 13 Januari 2022 | 10:26 WIB
Kenali Tanda-Tanda Munculnya Kanker Otak yang Perlu Anda Waspadai

ILUSTRASI. Tanda-Tanda Munculnya Kanker Otak yang Perlu Anda Waspadai


MOMSMONEY.ID - Gejala kanker otak pada umumnya sulit dikenali karena bisa sangat mirip dengan penyakit lainnya yang lebih ringan.

Itu sebabnya banyak orang yang memiliki penyakit ini baru didiagnosis ketika sudah berada pada stadium akhir, sehingga terlambat mendapatkan pengobatan kanker otak.

Meski demikian, dilansir dari Healthline dan Health Focus, secara umum tanda-tanda munculnya kanker otak yang perlu diwasapadai sebagai berikut:

Baca Juga: Catat! Ini Cara Mudah Mendeteksi Kanker Payudara

1. Kelemahan dan mati rasa

Tanda-tanda munculnya kanker otak yang perlu diwasapadai pertama adalah mengaami kelemahan dan mati rasa. 

Gejala atau ciri-ciri lainnya yang mungkin terjadi bila Anda sakit atau kena kanker otak, yaitu kelemahan atau mati rasa pada tubuh Anda.

Kondisi ini bisa terjadi karena tumor mengganggu kerja otak, terutama otak besar, yang berfungsi mengontrol gerakan atau sensasi.

Gangguan kerja otak inilah yang kemudian menimbulkan kelemahan atau mati rasa, yang seringnya hanya di satu sisi.

Pada kondisi ini, Anda mungkin mengalami kehilangan rasa di lengan dan/atau tungkai kaki, yang biasanya terjadi di kedua sisi tubuh.

2. Sering sakit kepala

Tanda-tanda munculnya kanker otak yang perlu diwasapadai kedua adalah sering sakit kepala. Sakit kepala adalah gejala dini atau awal yang umumnya timbul akibat penyakit kanker otak.

Gejala ini memang tampak seperti tanda dari penyakit ringan lain. Namun, ciri-ciri sakit kepala karena kanker otak, yaitu terjadi secara terus menerus dan cenderung memburuk seiring berjalannya waktu.

Bahkan, obat sakit kepala biasa pun cenderung tidak mempan untuk mengobatinya. Gejala ini pun terkadang bisa membangunkan tidur Anda saat malam hari.

Sakit kepala sebagai tanda kanker otak juga seringnya semakin parah pada pagi hari, saat batuk atau mengejan, atau saat Anda beraktivitas.

Editor: Helvana Yulian

Terbaru