Kasus Polio Muncul Lagi, Berikut Gejala dan Cara Mencegah Penyakit Berbahaya Ini

Reporter: SS. Kurniawan
Rabu, 23 November 2022 | 09:11 WIB
Kasus Polio Muncul Lagi, Berikut Gejala dan Cara Mencegah Penyakit Berbahaya Ini

ILUSTRASI. Petugas kesehatan Puskesmas Ulee Kareng memperlihatkan vaksin polio tetes yang diberikan kepada balita di Banda Aceh, Aceh, Senin (21/11/2022). Kenali gejala dan cara mencegah polio. ANTARA FOTO / Irwansyah Putra.


MOMSMONEY.ID - Kasus polio muncul lagi, setelah Indonesia bebas selama delapan tahun terakhir. Kenali gejala dan cara mencegah polio, penyakit yang sangat berbahaya bagi anak.

Sejak delapan tahun lalu, Indonesia bebas dari polio dan mengantongi sertifikat resmi dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 2014 lalu.

Tapi, awal November lalu, ditemukan satu kasus polio di Kabupaten Pidie, Aceh, berdasarkan penelusuran RT-PCR. Sehingga, Pemerintah Kabupaten Pidie menerapkan Kejadian Luar Biasa Polio.

Gejala polio

Pasien berusia 7 tahun 2 bulan dengan gejala kelumpuhan pada kaki kiri. Anak ini mulai merasa demam pada 6 Oktober, kemudian 18 Oktober masuk RSUD TCD Sigil. 

Selama 21-22 Oktober, dokter anak mencurigai polio dan mengambil dua spesimen dan dikirim ke provinsi. Lalu, pada 7 November, hasil RT-PCR keluar dan konfirmasi polio tipe 2.

Baca Juga: Peringatan, 415 Kabupaten/Kota Masuk Kriteria Risiko Tinggi Polio

Menurut Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Maxi Rein Rondonuwu, anak itu mengalami pengecilan di bagian otot paha dan betis kiri.

Hanya, anak tersebut tidak memiliki riwayat imunisasi dan tak punya riwayat perjalanan kontak dengan pelaku perjalanan.

"Tapi, anak ini saya lihat kondisinya kemarin bisa jalan meskipun tertatih-tatih. Cuma, tidak ada obat, nanti tinggal di fisioterapi untuk mempertahankan masa ototnya," ungkapnya dikutip dari laman Kementerian Kesehatan, Rabu (23/11).

Mengutip Mayo Clinic, meskipun polio bisa menyebabkan kelumpuhan bahkan kematian, sebagian besar orang yang terinfeksi virus ini tidak menjadi sakit dan menyadari bahwa mereka telah terinfeksi.

Polio nonparalitik

Beberapa orang yang mengembangkan gejala dari virus polio menderita polio yang tidak menyebabkan kelumpuhan atau polio abortif. Ini biasanya menyebabkan tanda dan gejala ringan seperti flu yang sama dengan penyakit virus lainnya.

Tanda dan gejala polio yang bisa bertahan hingga 10 hari, meliputi:

  • Demam
  • Sakit tenggorokan
  • Sakit kepala
  • Muntah
  • Kelelahan
  • Sakit punggung atau kaku
  • Nyeri atau kekakuan leher
  • Nyeri atau kaku pada lengan atau kaki
  • Kelemahan atau kelembutan otot

Baca Juga: WHO Perbarui Daftar Virus dan Bakteri yang Bisa Sebabkan Pandemi, Apa Saja?

Sindrom paralitik

Bentuk penyakit polio yang paling serius ini jarang terjadi. Tanda dan gejala awal polio paralitik, seperti demam dan sakit kepala, seringkali mirip dengan polio nonparalitik. 

Namun, dalam seminggu, tanda dan gejala lain muncul, termasuk:

  • Kehilangan refleks
  • Sakit atau kelemahan otot yang parah
  • Tungkai longgar dan terkulai (kelumpuhan lembek)

Sindrom pasca-polio

Sindrom pasca-polio adalah sekelompok tanda dan gejala penonaktifan yang memengaruhi beberapa orang bertahun-tahun setelah menderita polio. Tanda dan gejala umum meliputi:

  • Kelemahan dan nyeri otot atau sendi yang progresif
  • Kelelahan
  • Pengecilan otot (atrofi)
  • Masalah pernapasan atau menelan
  • Gangguan pernapasan terkait tidur, seperti sleep apnea
  • Penurunan toleransi suhu dingin

Baca Juga: Waspada, Infeksi Bakteri Jadi Penyebab Utama Kedua Kematian di Dunia

Penyebab polio

Dari penyelidikan epidemiologi, Maxi mengatakan, selain cakupan imunisasi polio yang rendah, faktor perilaku hidup bersih dan sehat penduduk yang masih kurang. 

Masih ada penduduk yang menerapkan buang air besar (BAB) terbuka di sungai. Meskipun tersedia toilet, lubang pembuangan langsung mengalir ke sungai, sementara air sungai dipakai sebagai sumber aktivitas penduduk termasuk tempat bermain anak-anak.

Tim Dinas Kesehatan Kabupaten Pidie bersama Dinas Kesehatan Provinsi Aceh, Kementerian Kesehatan, WHO, dan Unicef sudah melakukan sejumlah tindakan penting.

Termasuk, melakukan pelacakan untuk mencari kasus lumpuh layuh lain di sekitar tempat tinggal kasus, pengambilan sampel tinja di wilayah terdampak untuk pemeriksaan, memeriksa sampel air di tempat pembuangan, dan survei cepat cakupan imunisasi.

Cara mencegah polio

Selanjutnya, tim melakukan tindakan pencegahan penularan lebih luas dengan meningkatkan notifikasi tenaga kesehatan dan fasilitas kesehatan untuk mendeteksi kasus lumpuh layuh lain, untuk segera ditindaklanjuti secara medis maupun epidemiologis.

Kemudian, melakukan pemberian imunisasi polio tambahan bagi semua anak usia 0-13 tahun di seluruh wilayah Provinsi Aceh sebanyak 2 putaran mulai 28 November 2022.

Tidak ketinggalan, melakukan edukasi dan penggerakkan masyarakat untuk mencegah penularan virus polio mengenai pentingnya imunisasi rutin bagi anak, menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, terutama perilaku BAB di jamban.

Soalnya, penyakit polio sangat berbahaya bagi anak karena menyebabkan kelumpuhan dan tidak ada obatnya. Tapi, polio mudah dicegah dengan imunisasi polio lengkap dan imunisasi rutin. 

Pencegahan juga dengan melakukan perilaku hidup bersih dan sehat, seperti BAB di jamban yang sesuai standar, cuci tangan pakai sabun, dan menggunakan air matang untuk makan dan minum.

"Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk segera melengkapi imunisasi rutin bagi anak-anak sesuai jadwal, dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat," ucap Maxi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: S.S. Kurniawan

Terbaru
TERPOPULER