InvesYuk

Jangan Salah Pilih Investasi, Beda Usia Beda Pula Portofolionya

Jangan Salah Pilih Investasi, Beda Usia Beda Pula Portofolionya

MOMSMONEY.ID -  Setiap orang , niscaya ingin memiliki masa depan yang cerah. Karena itu, untuk mewujudkan harapannya, banyak orang membiakkan uangnya dalam instrumen investasi.

Hanya saja, ada beberapa hal penting yang patut diperhatikan calon investor jika ingin berinvestasi. Paling tidak, harus memahami terlebih dahulu profil risiko masing-masing dalam berinvestasi. 

Pasalnya, semakin tua usia Anda, semakin berisiko pula dalam memilih investasi. Makanya, tidak bisa disamakan investasi di usia muda dengan usia tua. Kendati, ya itu tadi, sebaiknya berinvestasi dilakukan sedari dini.

Aryawan Eko, perencana keuangan Mitra Rencana Edukasi (MRE) membedakan investor muda dan dewasa atau tua adalah dari sisi tujuan keuangannya. Menurutnya, usia 25-30 tahun cenderung memiliki beragam tujuan investasi.

Ada yang untuk jangka panjang seperti persiapan pensiun. Ada pula yang memiliki tujuan jangka pendek seperti  menikah. Sementara yang punya anak, ada tujuan investasi untuk dana pendidikan. 

Baca Juga: Karakter Investasi Pria dan Wanita Ternyata Tidak Sama, Ini Perbedaannya!

Meskipun masih muda, Eko mengingatkan, untuk tidak sepenuhnya menginvestasikan dana pada instrumen yang memiliki risiko tinggi.Sebaiknya memilah portofolio mana yang cocok untuk jangka panjang dan jangka pendek. Dari sana, investor bisa memilih jenis investasi yang tepat. 

Ambil contoh, jika untuk dana menikah dalam waktu dua tahun mendatang, maka jangan ambil investasi saham atau reksadana saha. Namun, lebih pada yang menawarkan imbal hasil dan tidak merugi seperti reksadana pasar uang.

Sedangkan, jika punya tujuan investasi jangka panjang seperti pensiun, investor bisa membagi ke portofolio reksadana saham yang memberikan imbal hasil tinggi dalam kurun waktu yanglebih panjang. 

Tapi, hati-hati untuk usia produktif yang sudah semakin sempit. Baiknya meminimalisir investasi berisiko tinggi. Apalagi bagi mereka yang baru mulai investasi dana pensiun di usia 50 tahun. Tidak tepat jika memilih reksadana saham. Baiknya memakai reksadana pasar uang agar uangnya tidak kurangs aat pensiun. 

"Tidak ada kata terlambat untuk investasi. Tapi memang baiknya investasi di usia muda. Itu akan menghasilkan dana yang besar di usia tua," kata Eko.

Selanjutnya: Harga emas lanjut menguat pada perdagangan Selasa (19/10) pagi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News