CLOSE [X]
ads

Ini 2 Upaya Kunci Kendalikan Lonjakan Kasus Covid-19 di Indonesia

Reporter: Lidya Yuniartha
Jumat, 21 Januari 2022 | 16:16 WIB
Ini 2 Upaya Kunci Kendalikan Lonjakan Kasus Covid-19 di Indonesia

ILUSTRASI. Ini upaya yang bisa dilakukan Indonesia untuk mengendalikan kasus Covid-19 di Indonesia.


MOMSMONEY.ID - JAKARTA. Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito melaporkan perkembangan kasus Covid-19 di berbagai negara. Dia menyebut, terdapat beberapa negara yang mengalami kenaikan kasus positif Covid-19 akibat Omicron.

Hingga kini setidaknya sudah ada 150 negara di dunia yang memiliki kasus Omicron, dimana lebih dari 500.000 kasus Omicron terdeteksi. Ada juga 6 negara yang masuk dalam 10 besar negara dengan kasus Omicron terbanyak, yang kisaran kasusnya di angka 3.000 sampai 160.000. Melihat perkembangan ini, Wiku pun menyebut ada 2 upaya yang bisa dilakukan Indonesia untuk mengendalikan lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia.

"2 upaya kuncinya yaitu penguatan pada pintu masuk kedatangan dan kedua, pengendalian transmisi lokal," tutur Wiku saat memberi keterangan pers, Kamis (20/1).

Baca Juga: Pasien Omicron Bisa Isoman, Simak Syaratnya!

Untuk mencegah penularan transmisi lokal, Wiku menghimbau masyarakat untuk mempertahankan kedisiplinan protokol kesehatan, mematuhi aturan yang berlaku seperti penggunaan aplikasi Peduli Lindungi serta memenuhi syarat tes untuk beraktivitas dan melakukan perjalanan. Menurutnya Prinsip produktif aman Cocid-19 perlu untuk diterapkan di setiap kegiatan sehari-hari.

Adapun, untuk mencegah meningkatnya kasus positif dari pelaku perjalanan luar negeri (PPLN), Wiku mengatakan penting untuk terus meningkatkan kapasitas deteksi pada pintu masuk kedatangan serta pengaturan keberangkatan jemaah umroh di tengah keterbatasan kapasitas karantina dalam menampung keseluruhan pelaku perjalanan luar negeri. 

"Selain itu perlu saya tekankan, salah satu peran kunci masyarakat dalam mencegah meluasnya penularan adalah dengan menunda perjalanan ke luar negeri yang tidak mendesak," kata Wiku.

Meski begitu, masyarakat yang terpaksa melakukan perjalanan ke luar negeri wajib melakukan karantina terpusat saat kembali ke Indonesia.

Baca Juga: Cermati Gejala Omicron yang Banyak Dialami Penderitanya Berikut Ini

Wiku pun menerangkan, dalam 3 minggu terakhir, jumlah kasus positif nasional mengalami peningkatan sebesar 5 kali lipat dari 1.123 kasus menjadi 5.454 kasus. Pola kasus positif yang meningkat setiap harinya menjadikan angka kasus aktif pun ikut meningkat. Pada minggu ini, kasus aktif berjumlah 8.605 kasus, naik lebih dari 3.000 dibandingkan degan minggu lalu yang hanya 5.494 kasus. 

Menurutnya, peningkatan kasus positif saat ini diakibatkan oleh 2 sumber penularan yaitu dari transmisi lokal dan PPLN. Saat ini kasus positif nasional pun lebih banyak didapati dari transmisi lokal dibanding PPLN.

"Bahkan, per tanggal 15 Januari 2022, sebesar 63% kasus positif merupakan transmisi lokal. Sedangkan untuk data pelaku perjalanan luar negeri menunjukkan peningkatan, namun tidak lagi mendominasi sebagai sumber penularan," jelans Wiku.

Dia juga menerangkan bahwa kasus positif dari PPLN di pintu masuk di DKI Jakarta menunjukkan tren yang meninkgat. Pintu masuk di PLBN Aruk dan Entikong di Kalimantan Barat, serta di pintu masuk Kepulauan Riau, menunjukkan fluktuasi, namun jumlah kasus PPLN masih lebih rendah dibandingkan tranmisi lokalnya. Dari data lainnya, kepulangan jemaah umroh perdana pada tanggal 17 Januari lalu, sebanyak 20% kasus positif berhasil terdeteksi dari total Jemaah.

Menurut Wiku, penularan sekecil apapun harus segera dikendalikan agar tidak semakin meluas dan menyebabkan lonjakan kasus. Menurutnya, pencegahan peningkatan kasus positif Covid-19 sudah menjadi tugas bersama, terlebih dalam waktu dekat Indonesia akan menyambut beberapa hari raya seperti imlek dan bulan Ramadan dalam 2-3 bulan ke depan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Lidya Yuniartha

Terbaru