ads

Ingin Bebas secara Finansial? Ikuti Tipsnya Berikut Ini!

Reporter: Jane Aprilyani
Senin, 01 Agustus 2022 | 11:35 WIB
Ingin Bebas secara Finansial? Ikuti Tipsnya Berikut Ini!

ILUSTRASI. Fuse insurtech.


MOMSMONEY.ID - Siapa yang tidak ingin sukses dan merdeka finansial di usia muda? Tentu, hal tersebut bisa diwujudkan dengan perencanaan keuangan yang baik. Namun, banyak yang mengira bahwa orang yang merdeka secara finansial identik dengan memiliki uang yang banyak, serta tak perlu lagi bekerja. Sebenarnya, apa sih merdeka finansial itu?

Direktur Sales Fuse, Ridho Revilino dalam webinar berjudul "Strategi Investasi untuk Gen Z dan Milenial Menuju Merdeka Finansial" mengatakan, Financial freedom atau merdeka finansial adalah kebebasan dalam memilih, apakah mau bekerja lagi, menjalankan usaha lagi atau diam di rumah.

"Ketiga opsi itu bisa diambil ketika seseorang telah meraih tujuan keuangan, yaitu punya dana cukup untuk kebutuhan primer, punya dana untuk memenuhi kebutuhan sekunder ataupun tersier, serta punya proteksi asuransi. Jangan salah, mereka yang punya penghasilan besar belum tentu lho merdeka secara finansial," ungkap Ridho.

Baca Juga: Duh, Penjualan Smartphone Global Anjlok di Kuartal II

Ridho menjelaskan, menyusun strategi perencanaan keuangan idealnya mengaplikasikan konsep piramida pengelolaan keuangan. Sebelum berinvestasi, ada fondasi yang harus lebih dulu dibangun secara kokoh.

Pertama, memiliki cashflow dan dana darurat. Kedua, memiliki manajemen risiko yang baik, yakni dengan proteksi berupa asuransi kesehatan, asuransi jiwa, asuransi kendaraan dan lain-lain.

Perencanaan keuangan kata Ridho bisa lebih efektif berjalan, ketika faktor risiko-risiko kerugian finansial sudah diminimalisir secara baik dengan proteksi asuransi. Untuk itu, anda membutuhkan asuransi untuk melindungi keuangan pribadi dari kerugian finansial akibat terjadinya risiko yang datang tak terduga. Risiko itu bisa berupa kejadian sakit, meninggal dunia, kebakaran rumah atau kehilangan kendaraan bermotor.

"Setelah aspek proteksi terpenuhi, baru bisa berinvestasi dengan menggunakan "uang dingin", bukan dengan dana kebutuhan hidup sehari-hari," papar pria lulusan Universitas Padjadjaran ini. Ridho menambahkan, dengan kecanggihan teknologi, generasi Z dan milenial kini bisa berinvestasi saham atau aset kripto dengan menggunakan berbagai aplikasi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Jane Aprilyani

Terbaru
TERPOPULER