IHSG Ditutup Perkasa Awal Pekan, Berikut Sumber Tenaganya

Reporter: Jane Aprilyani
Senin, 22 November 2021 | 20:08 WIB
IHSG Ditutup Perkasa Awal Pekan, Berikut Sumber Tenaganya

ILUSTRASI. Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (19/11/2021). IHSG ditutup menguat pada level tertinggi di 6.720,26 atau naik 83,79 poin (1,26 persen). ANTARA FOTO/Galih Pradipta/wsj.

MOMSMONEY.ID -Membuka awal pekan ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona hijau. Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI) via RTI Business, IHSG naik 3,12 poin atau 0,046% ke level 6.723.39 pada penutupan perdagangan Senin (22/11).

Sebanyak lima dari 11 sektor di BEI menopang penguatan IHSG. Sektor yang naik paling tinggi adalah sektor kesehatan 1,35%, sektor barang konsumer primer 0,84%, sektor barang baku 0,33%, sektor keuangan 0,33%, dan sektor perindustrian 0,22%.

Sementara itu, sektor yang berada di zona merah adalah sektor infrastruktur 1,16%, sektor properti dan real estate 0,83%, sektor teknologi 0,73%, sektor transportasi 0,60%, sektor barang konsumer non primer 0,51% dan sektor energi 0,14%.

Total volume perdagangan saham di BEI mencapai 25,54 miliar saham dengan total nilai transaksi Rp 14,30 triliun. Ada 228 saham yang naik, 299 saham yang turun dan 143 saham yang stagnan.

Baca Juga: 5 Kesalahan Umum Penggunaan Moisturizer yang Bisa Membuat Kulit Lebih Cepat Menua

Investor asing mencatat net sell sebesar Rp 18,40 miliar di seluruh pasar.

Analis Panin Sekuritas, William Hartanto menilai penguatan IHSG merupakan koreksi cukup sehat dimana gerak IHSG menguji level support 6.700. "Dan ada potensi IHSG menguat kembali," ujar William.

Selain itu, penguatan IHSG juga didukung potensi kebijakan pelonggaran kebijakan moneter, khususnya di Eropa. William mengatakan pasar Eropa Jumat kemarin ditutup melemah, dimana indeks saham Jerman, DAX melemah 0,38% dan indeks pasae saham di bursa London, FTSE turun 0,45%.

Baca Juga: Punya Dinding Kosong di Rumah? Berikut Ide untuk Mendekorasinya

"Sektor perbankan menjadi sektor dengan performa terburuk, menyusul pernyataan dari Presiden European Central Bank (ECB), Christine Lagarde, yang menyatakan
bahwa kondisi untuk menaikkan suku bunga sulit untuk dipenuhi di tahun depan. Dan Dia juga meminta ECB untuk tidak melakukan premature tightening," ungkapnya.

Tidak sampai disitu, perhatian investor juga mengarah ke peningkatan kasus baru di Eropa, dimana Austria menyatakan akan menerapkan lockdown di hari Senin ini.

Penguatan IHSG hari ini juga dilihat William karena tren kasus baru yang masih rendah dari dalam negeri, serta harga komoditas yang positif.

Untuk perdagangan besok, Selasa (23/11), William proyeksikan IHSG cenderung menguat dengan rentang 6.654 sampai 6.748. Adapun saham yang bisa dicermati dalam perdagangan besok yaitu AKRA, BBCA, BBNI, dan SIDO.

 

Selanjutnya: Anda wajib wapada, ini 5 bahaya asam lambung

Editor: Jane Aprilyani
Terbaru