IHSG Akhir Pekan Loyo, Kenapa?

Reporter: Jane Aprilyani
Senin, 06 Desember 2021 | 05:18 WIB
IHSG Akhir Pekan Loyo, Kenapa?

ILUSTRASI. Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (16/8/2021). Perdagangan IHSG pada sesi pertama ditutup melemah 62,86 poin atau 1,02 persen ke posisi 6.076,64. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/aww.

MOMSMONEY.ID - Akhir pekan, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah di perdagangan terakhir. Jumat (3/12), IHSG turun 0,69% atau 45,31 poin ke 6.538,51 hingga akhir perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Delapan indeks sektoral menyeret IHSG ke zona merah. Sektor perindustrian turun 1,33%. Sektor barang konsumsi primer merosot 1,09%. Sektor keuangan terjun 0,79%. Sektor infrastruktur melemah 0,68%. Sektor teknologi tergerus 0,47%. sektor kesehatan turun 0,29%. Sektor barang baku terkoreksi 0,14%. Sektor transportasi dan logistik melemah tipis 0,03%.

Hanya tiga indeks sektoral yang menguat hari ini. Sektor barang konsumsi nonprimer menguat 0,88%. Sektor properti dan real estat menguat 0,67%. Sektor energi naik 0,25%.

Baca Juga: Berikut Gejala Varian Virus Omicron yang Biasa Dialami

Total volume transaksi bursa mencapai 22,13 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 11,44 triliun. Sebanyak 284 saham turun harga. Ada 233 saham yang menguat dan 144 saham flat.

Head of Research Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan melihat pelemahan IHSG tak lepas dari kekhawatiran pelaku pasar akan varian baru coronavirus, omricon. Kata Valdy, pandangan sejumlah peneliti beberapa pekan lalu melihat seberapa berbahaya omricon.

"Terdapat dua kasus omricon di Amerika Serikat (AS) yang mendukung pernyataan dokter saat menemukan kasus omricon di Afrika Selatan bahwa gejala yang ditimbulkan relatif ringan," ujarnya dalam riset Jumat (3/12).

Ditengah kekhawatiran pelaku pasar akan perkembangan varian omricon, fokus investor tertuju pada kebijakan moneter sejumlah bank sentral besar. Ditengah ketidakpastian risiko bursa, Valdy menilai ada potensi IHSG bangkit pekan depan.

Untuk perdagangan Senin (6/12), IHSG diproyeksikan bergerak di rentang 6.450 sampai 6.630. Adapun saham yang bisa diperhatikan pelaku pasar adalah saham blue chip terutama BBCA, BBNI, BBRI, BMRI, ASII dan UNTR.

Baca Juga: Ide Dekorasi Gaya Rustic untuk Kamar Tidur, Cantik dan Insta-worthy!

 
 

Selanjutnya: Investor Asing BUMN Memburu Saham Emiten Anyar di BEI

Editor: Jane Aprilyani
Terbaru