Hari Gizi Nasional 2023: Protein Hewani Efektif Mencegah Anak Mengalami Stunting

Reporter: SS. Kurniawan
Rabu, 25 Januari 2023 | 07:00 WIB
Hari Gizi Nasional 2023: Protein Hewani Efektif Mencegah Anak Mengalami Stunting

ILUSTRASI.


MOMSMONEY.ID - Hari Gizi Nasional yang diperingati setiap 25 Januari, tahun ini mengangkat tema Protein Hewani Cegah Stunting. Protein hewani efektif dalam mencegah anak mengalami stunting. 

Angka stunting di Indonesia masih tinggi, 24,4%, mengacu Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) 2021. Walaupun, terjadi penurunan dari sebelumnya 27,7%, menurut SSGI 2019.

Tapi, masih butuh upaya untuk mencapai target penurunan stunting pada 2024 menjadi 14%. 

Pelaksana Tugas Direktur Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak Kementerian Kesehatan Ni Made Diah mengatakan, penyebab utama permasalahan gizi adalah asupan gizi yang tidak optimal dan infeksi berulang.

"Studi yang dilakukan oleh Headey et.al (2018) menyatakan, ada bukti kuat hubungan antara stunting dan konsumsi pangan hewani pada balita 6-23 bulan, seperti susu dan produk olahannya, daging, ikan dan telur," katanya, Jumat (20/1).

"Penelitian tersebut juga menunjukkan konsumsi pangan berasal dari protein hewani lebih dari satu jenis lebih menguntungkan daripada konsumsi satu jenis pangan hewani. Protein hewani penting dalam penurunan stunting," tegasnya.

Baca Juga: Begini Penjelasan Dekan FEB UI Cukai Rokok Bisa Cegah Stunting

Tingkat kecukupan konsumsi energi dan protein bisa digunakan sebagai indikator untuk melihat kondisi gizi masyarakat. 

Berdasarkan Susenas 2022, konsumsi protein per kapita sudah berada di atas standar kecukupan konsumsi protein nasional, yakni 62,21 gram.

Tapi, masih cukup rendah untuk protein hewani, yaitu kelompok ikan/udang/cumi/kerang 9,58 gram, daging 4,79 gram, telur dan susu 3,37 gram.

Sementara berdasarkan data Food and Agriculture Organization (FAO), konsumsi telur, daging, susu, dan produk turunannya di Indonesia termasuk yang rendah di dunia.

Konsumsi telur antara 4-6 kg/tahun, daging kurang dari 40 g/orang, serta konsumsi susu dan produk turunannya 0-50 kg/orang/tahun. 

Padahal, telur merupakan sumber protein, asam amino, dan lemak sehat. Sedangkan susu mengandung protein dan kalsium. Makan telur matang dengan susu membuat asupan protein manusia seimbang.

Baca Juga: Download Logo Hari Gizi Nasional 2023 PNG Resmi, Protein Hewani Cegah Stunting

Menurut Ketua Umum Pergizi Pangan Indonesia Prof. Hardiansyah, dasar dari pertumbuhan tulang ada pada tulang rawan. Zat gizi dari pangan hewani bisa membentuk tulang rawan tersebut. 

"Artinya, jangan hanya berpikir tentang kalsium dan mineral, tapi ketika ingin pertumbuhan tulang normal maka perlu juga protein hewani," ucap Prof. Hardiansyah.

Asupan protein hewani pada ibu hamil sangat penting dalam mencegah stunting pada janin yang dikandungnya. Gangguan pertumbuhan janin dalam kandungan menjadi salah satu penyebab utama anak lahir stunting, salah satunya karena komponen gizi.

“Ini bukti pemberian telur satu butir satu hari pada anak setelah pemberian ASI eksklusif itu menurunkan risiko stunting," ungkap Prof. Hardiansyah.

Wakil Ketua Perhimpunan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) Prof. dr. Budi Wiweko, Sp.OG menjelaskan pentingnya protein hewani dalam 270 hari pertama kehidupan atau 9 bulan dapat mencegah anak dari stunting. 

Tetapi, di luar itu, yang juga lebih penting dalam mencegah anak lahir stunting adalah 100 hari sebelum terjadinya kehamilan atau persiapan kehamilan. 

Baca Juga: 35 Link Twibbon Hari Gizi Nasional 2023, Pasang dan Bagikan di Medsos pada 25 Januari

Pada masa tersebut, calon ibu dianjurkan mengonsumsi tinggi protein untuk persiapan sel telur dan sperma yang berkualitas, sehingga menghasilkan embrio yang baik dan janin yang berkualitas.

"Studi kita menunjukkan bahwa ibu hamil kita konsumsinya sebagian besar masih karbohidrat, sementara asupan protein masih sangat kurang," kata Prof. Budi.

Konsumsi tinggi protein hewani selain mencegah stunting juga bisa menurunkan morbiditas maternal dan perinatal, serta mencegah terjadinya pertumbuhan janin terhambat dan eklamsia berat.

Ketua Umum PP Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dr. Piprim Basarah Yanuarso menambahkan, anak-anak ketika tumbuh kembang ada satu "saklar" pertumbuhan yang namanya m TOR-C. 

"m TOR-C hanya akan dinyalakan saklar pertumbuhannya ketika kadar asam amino dalam darahnya itu cukup tinggi dan asam amino esensial ini sumbernya adalah dari protein hewani," ujar dia.

Selanjutnya: Ekonomi RI Terangkat Sentimen dari China

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: S.S. Kurniawan

Terbaru
TERPOPULER
TOPIK TERPOPULER