CLOSE [X]
ads

Harga Emas Diproyeksi Stagnan, Perbesar Porsi Investasi di Instrumen Lain

Reporter: Francisca Bertha Vistika
Jumat, 09 Juli 2021 | 16:12 WIB
Harga Emas Diproyeksi Stagnan, Perbesar Porsi Investasi di Instrumen Lain

ILUSTRASI. Petugas melayani nasabah di konter emas. Ekonomi membaik, harga emas diproyeksi akan stagnan hingga akhir tahun. Investor sebaiknya alihkan investasi ke instrumen lain seperti Reksadana pendapatan tetap maupun saham (KONTAN/Fransiskus Simbolon)


MOMSMONEY.ID - Emas menjadi instrumen investasi yang menarik ketika terjadi kekhawatiran dan perlambatan ekonomi. Budi Raharjo, perencana keuangan Oneshildt mengatakan, sekarang ini jika ingin berinvestasi emas, harganya cenderung stagnan. 

Menurutnya, kondisi ekonomi dalam negeri memang belum sepenuhnya pulih. Akan tetapi, kehadiran vaksin yang sudah mulai didistribusikan awal tahun ini membuat banyak pihak lebih optimis.

Budi melihat meski varian Delta menghantui ekonomi, tetapi negara maju seperti Amerika dan China sudah mulai bergerak. Walaupun pergerakannya cenderung hati-hati. Begitu pula dengan komoditas dan kebutuhan industri mulai naik. Properti dan otomotif pun menunjukan perbaikan. 

Baca Juga: Nabung Emas di Pegadaian, Begini Caranya

"Dengan perbaikan itu, emas sepertinya masih akan stagnan. Sebaiknya cari peluang di keranjang investasi lain," kata Budi. 

Saran Budi justru investor harus menambah  instrumen investasi berisiko seperti saham atau reksadana saham. Investor bisa memanfaatkan momen koreksi harga saham lantaran distribusi vaksin yang belum sesuai target. 

"Jangka panjang bisa saham dan reksadana saham. Sementara jangka pendek perbesar seperti reksadana pendapatan tetap atau yang risiko lebih kecil," ujar Budi. 

Selanjutnya: Investasi Emas Menguntungkan Butuh 3 Tahun, Harap Sabar

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Francisca bertha

Terbaru