CLOSE [X]
ads

Begini Langkah Memulai Usaha Warung Mi Instan Kekinian

Reporter: Fransiska Firlana
Minggu, 27 Maret 2022 | 10:05 WIB
Begini Langkah Memulai Usaha Warung Mi Instan Kekinian

ILUSTRASI.


MOMSMONEY.ID -  Salah satu tantangan buka warung mi instan adalah menu ini gampang banget dibuat di rumah. Tapi, orang juga suka membelinya di warung, karena berbagai alasan. Salah satunya karena cara memasak yang pas dan ada banyak pilihan rasa serta topping. 

 

Maka, kalau membuka warung mi instan, Anda harus berani menyediakan banyak pilihan rasa dan topping. Andri Sukmana, pemilik Warung Dari Kecil di Depok, menyediakan 20 varian mi dan 18 pilihan topping. Dalam sehari, omzet warungnya sekitar Rp 800.000 dan bisa berlipat saat akhir pekan.

Sedangkan, Siti Choiryatul Tasrifah, pemilik Hasanah Kitchen menyediakan 30 rasa mi dan 40 varian topping. 

 Anda bisa menyajikan topping secara terpisah atau disatukan. Ifa, misalnya, selalu menyajikan topping dalam piring terpisah.

"Saya khawatir kalau selera pembeli terganggu, jelas Ifa. Pembeli bisa mencampurnya sendiri.

Baca Juga: 7 Efek Negatif Terlalu Sering Mengikat Rambut dengan Gaya Kuncir Kuda

Topping yang dipakai kebanyakan berupa frozen food yang disajikan dengan cara digoreng. Misalnya sosis, bakso sapi, bakso ikan, otak-otak, kornet, salmon rolls, nugget, atau crab stick. Di varian topping, Anda juga bisa memainkan harga.

"Kalau harga mi instannya sudah umum, kita bisa tentukan harga di topping," jelas Andri. Harga 1 porsi mi instan biasanya sekitar Rp 7000. Tapi jika ditambah topping per porsi harganya bisa sampai Rp 20.000. Andri menetapkan harga topping Rp 7000-an per jenis.

Menurut Andri, biasanya satu orang pasti akan mengambil minimal 2 varian topping.

"Kalau mau bikin beda lagi, bisa bikin sendiri misalnya menawarkan topping ayam geprek atau varian sambal," jelas Ifa.

Ifa mengaku, untuk mi instan yang dijual dengan rasa original pihaknya samasekali tidak menambahkan bumbu. Kecuali olahan mi instan kreasi, dia akan menambahkan resepnya.

Adapun untuk konsep warungnya, Anda bisa meminimalisir modal dengan tanpa mengurangi daya tarik. Seperti yang dilakukan oleh Andri. Bermodal Rp 15 juta, Andri membuat kios mi berbahan besi. Kios yang ditampilkan Andri seperti gerobak kontainer. Dengan cat kuning dan hitam, kios Andri tampak mencolok. Di bagian depan gerobak dipasang rak dari akrilik tempat menyusun aneka mi.

"Lihat warungnya unik, orang penasaran mampir dan coba-coba. Kalau cocok pasti balik lagi. Yang penting mereka mampir dulu," jelas Andri.

Sementara modal untuk beli peralatan dan perlengkapan warung seperti meja kursi, mangkok, panci, kompor, dan perangkat dapur lain butuh dana sekitar Rp 5 jutaan, renovasi warung sekitar Rp 5 juta.

Baca Juga: Cerita Unik di Balik 5 Makanan Populer Asal Italia, Begini Kisahnya!

Ditambah sewa lahan, modal yang Anda keluarkan untuk usaha ini sekitar Rp 50 juta. Menurut Andri, modal itu akan kembali dalam setahun.

Anda bisa memperkecil modal dengan tidak membuat gerobak dari kontainer. Seperti yang dilakukan Ifa. Tengok saja, dia memajang mi instan di dinding dengan rak arklilik. Jadi untuk membuat pajangan mie ini Anda hanya bisa keluar dana sekitar Rp 5 jutaan.

Adapun untuk operasional warung dan karyawan, Anda bisa terjun langsung dibantu oleh satu tenaga kerja dulu sebagai awal usaha.

Jika nanti dirasa sudah lebih ramai, Anda bisa menambah karyawan. Kualisikasi karyawan usaha ini tidak susah tentunya. Yang penting, Anda merekrut orang jujur dan mau kerja. Ifa saat ini memiliki lima orang karyawan dan Andri mempekerjakan 2 orang karyawan.

Jadi, mau mulai buka warung mi sekarang?

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Hendrika

Terbaru