Anak Kecanduan Game? Bisa Jadi Itu Gejala Gaming Disorder

Reporter: Helvana Yulian
Rabu, 15 September 2021 | 12:57 WIB
Anak Kecanduan Game? Bisa Jadi Itu Gejala Gaming Disorder

ILUSTRASI. Gejala Gaming Disorder

MOMSMONEY.ID - Kecanduan game online bisa dialami siapa saja, baik anak-anak, remaja, hingga orang dewasa. Padahal, bermain game bisa menjadi hal yang menyenangkan untuk mengatasi stres.

Namun, jika dilakukan secara berlebihan, kebiasaan ini bisa berdampak buruk. Gaming disorder adalah pola perilaku bermain game yang tidak terkendali hingga dapat mengganggu minat dan aktivitas sehari-hari.

Kondisi ini telah dimasukkan ke dalam klasifikasi penyakit internasional keluaran terbaru (ICD-11).  Tak sedikit orang yang menjadikan game online sebagai hobi untuk mengisi waktu luang.

Apabila masih dilakukan dalam batasan yang wajar dan tidak mengganggu aktivitas maupun kondisi kesehatan, kebiasaan ini sebenarnya tidak bermasalah. 

Baca Juga: Lakukan 4 Cara Ini untuk Membantu Meningkatkan IQ Anak

Disebut menderita gaming disorder jika anak mengalami lima atau lebih gejala di bawah ini dalam kurun waktu 12 bulan.

1. Bermain game dijadikan sebagai kegiatan utama. Selalu teringat game yang telah dimainkan sebelumnya dan selalu tidak sabar untuk kembali melanjutkan bermain game. 

2. Saat tidak sedang bermain game, mulai muncul rasa marah, sedih, atau gangguan kecemasan. 

3. Merasa butuh bermain game, sehingga menghabiskan banyak waktu untuk melakukannya. 

4. Tidak dapat mengendalikan keinginan untuk main game. 

5. Tidak tertarik untuk berinteraksi dengan orang lain, melakukan hobi lain yang sebelumnya dimiliki, maupun kegiatan menyenangkan selain bermain game. 

6. Tetap bermain game secara berlebihan meski tahu bahwa kegiatan tersebut dapat menyebabkan kecanduan dan menimbulkan masalah psikososial. 

7. Tidak mendengarkan nasihat dari keluarga, terapis, maupun teman mengenai kebiasaan bermain game yang sudah sampai pada tahap yang meresahkan. 

8. Menggunakan game sebagai satu-satunya cara untuk mengembalikan suasana hati yang buruk. 

9. Kebiasaan bermain game sudah memberikan dampak buruk terhadap hubungan dengan orang lain, pekerjaan, maupun pendidikan. 

Baca Juga: Moms, Kenali Penyakit yang Kerap Menyerang Bayi di Tahun Pertamanya

Hingga saat ini, penyebab gaming disorder belum diketahui secara jelas. Tidak hanya itu, faktor yang menyebutkan siapa saja yang lebih berisiko terkena gaming disorder pun belum jelas diketahui.

Namun, ada beberapa langkah perawatan di bawah ini yang dapat dilakukan sebagai pilihan perawatan gaming disorder. 

1. Edukasi. Perawatan dijalankan dengan memberikan pengetahuan mengenai bahaya kecanduan games terhadap kesehatan mental serta mengenai gaming disorder secara keseluruhan. 

2. Mencoba pengobatan yang umum digunakan untuk kondisi kecanduan. Perawatan ini umumnya termasuk membantu penderita mengontrol keinginannya, bagaimana menghadapi pikiran-pikiran tidak rasional yang muncul, serta belajar untuk mencari solusi dari masalah yang dihadapi. 

3. Intrapersonal. Perawatan ini akan membantu seseorang untuk menguasai identitas dirinya sendiri, membangun rasa percaya diri, dan meningkatkan kecerdasan emosional. 

4 Interpersonal. Pada langkah ini, penderita akan diajarkan untuk memperbaiki kemampuan komunikasi mereka, membangun harga diri, meningkatkan kecerdasan emosional, serta berinteraksi dengan orang lain. 

5. Bantuan keluarga. Apabila kecanduan game yang dialami membuat hubungan dengan keluarga semakin memburuk, keluarga juga dianjurkan untuk berpartisipasi dalam terapi tersebut. 

6. Menjalani gaya hidup baru. Untuk mencegah terjadinya kecanduan bermain game, seseorang harus dapat mengenali kemampuan serta kelebihan yang dimilikinya dan menemukan kegiatan lain selain bermain game yang dianggap menyenangkan.

Langkah-langkah perawatan di atas hanya merupakan saran dari banyak pilihan untuk mengatasi gaming disorder. Jika kondisi ini juga disertai kondisi lain, seperti gangguan kecemasan dan depresi, perawatan lanjutan perlu dilakukan. 

Selanjutnya: Jangan Sepelekan Benjolan di Kelopak Mata, Kenali Penyebab dan Cara Penyembuhannya

Editor: Helvana Yulian
Terbaru