Akhir Pekan Ini, IHSG Ditutup Sumringah

Reporter: Jane Aprilyani
Jumat, 22 Oktober 2021 | 23:14 WIB
Akhir Pekan Ini, IHSG Ditutup Sumringah

ILUSTRASI. Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (10/9/2021). IHSG ditutup pada level 6.094,87 atau naik 26,65 poin (0,44 persen) dibanding penutupan sebelumnya di level 6.068,21 seiring dengan kenaikan bursa regional. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/wsj.

MOMSMONEY.ID - Akhir pekan ini tampaknya menjadi momen yang melegakan bagi para pelaku pasar tanah air. Pasalnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 10,77 poin atau 0,16% ke level 6.643.74 pada perdagangan Jumat (22/10).

Jika dilihat, penguatan IHSG disokong empat sektor dari 11 sektor di Bursa Efek Indonesia (BEI) yakni sektor infrastruktur 1,17%, sektor properti dan real estate 1,07%, sektor keuangan 0,63% dan sektor barang baku 0,17%.

Sementara itu sektor yang turun adalah sektor barang konsumen primer 1,40%, sektor kesehatan 1,29%, sektor perindustrian 1,22%, sektor energi 0,99%, sektor barang konsumen non primer 0,32%, sektor transportasi 0,31% dan sektor teknologi 0,12%.

Total volume perdagangan saham di BEI hari Jumat sebesar 21,05 miliar saham dengan total nilai transaksi Rp 14,50 triliun. Ada 246 saham yang naik, 270 saham yang turun dan 147 saham yang stagnan.

Baca Juga: Menu Baru! Promo Richeese Factory, Fire Flying Chicken 1 Ayam Utuh Harga Hemat

Analis Erdikha Elit Sekuritas, Ivan Kasulthan menilai penguatan IHSG hari ini merupakan koreksi setelah kemarin IHSG mengalami pelemahan. Disamping itu, ada sentimen dalam negeri yang mampu menopang laju penguatan IHSG. Yakni terkait penambahan kasus baru covid-19 yang saat ini sudah dibawah 1000 orang. Pemerintah juga berencana akan melakukan pelonggaran Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Tak sampai disitu, sentimen lainnya dari dalam negeri yaitu terkait pengumuman kebijakan moneter Bank Indonesia (BI) yang memperkirakan transaksi berjalan di kuartal III-2021 akan mengalami surplus. Sehingga bisa memperkuat fundamental Indonesia.

"Untuk sepanjang 2021, transaksi berjalan diperkirakan masih akan defisit tetapi lebih baik dari proyeksi sebelumnya. Selain itu, BI juga memutuskan untuk melanjutkan kebijakan akomodatif berupa DP nol persen maksimal untuk penjualan properti dan kendaraan bermotor," ujarnya dalam riset.

Awal pekan depan, Ivan perkirakan IHSG akan bergerak di rentang 6.685 sampai 6.680.

Selanjutnya: Promo KFC 22-23 Oktober 2021, Buy 1 Get 2 Whole Chicken Bucket Pakai Mandiri

 

 

Editor: Jane Aprilyani
Terbaru