6 Alasan Mengapa Anak Harus Bermain di Outdoor, Bisa Melatih Sosialisasi

Reporter: Ana Risma
Jumat, 24 September 2021 | 13:00 WIB
6 Alasan Mengapa Anak Harus Bermain di Outdoor, Bisa Melatih Sosialisasi

MOMSMONEY.ID - Anak-anak memang tidak dapat dilepaskan dari kegiatan bermain. Bahkan kini permainan anak semakin variatif bentuknya. Tak hanya mainan fisik, mainan anak dalam bentuk digital pun kian menjamur jumlahnya.

Meskipun mainan anak dalam bentuk digital terkesan lebih menarik, namun mainan jenis tersebut tidak lah lebih baik dibandingkan dengan permainan outdoor yang mengandalkan fisik.

Mengapa permainan outdoor jauh lebih baik bagi anak dibandingkan permainan digital yang harus diakses melalui gadget? Melansir Harvard Health Publishing, inilah dia 6 alasannya:

Baca Juga: 4 Masalah Perilaku Anak yang Tidak Perlu untuk Terlalu Dikhawatirkan. Apa Saja?

1. Mendapatkan manfaat sinar matahari

Paparan sinar matahari memang dapat meningkatkan risiko kanker kulit. Walaupun begitu, tubuh kita tetap membutuhkan sinar matahari. Pasalnya, sinar matahari mengandung vitamin D yang berperan penting dalam berbagai proses tubuh mulai dari perkembangan tulang hingga sistem kekebalan tubuh.

Pada dasarnya, tubuh kita akan bekerja dengan lebih baik tatkala mendapatkan sinar matahari dengan cukup setiap harinya. Dengan membiasakan anak bermain di luar ruangan, itu artinya Moms mendukung proses pertumbuhan tulang si kecil sekaligus membantu mereka supaya tidak mudah sakit.

2. Olahraga

Anak-anak harus aktif setidaknya selama 1 jam dalam setiap harinya. Kebutuhan tersebut tentu bisa diwujudkan dengan membiarkan anak-anak bermain di luar ruangan.

Bermain di luar ruangan tidak hanya mengasyikkan, tapi juga menjadi cara yang menyenangkan bagi anak untuk mendapatkan manfaat dari olahraga. Meski olahraga dapat dilakukan di dalam rumah, namun aktivitas outdoor seperti bersepeda atau bermain bola merupakan latihan fisik yang terbaik bagi mereka.

3. Fungsi eksekutif

Fungsi eksekutif merupakan keterampilan yang membantu manusia untuk merencanakan, memprioritaskan, memecahkan masalah, bernegosiasi, dan melakukan banyak tugas lainnya guna mencapai kesuksesan. Selain itu, fungsi ini juga berkaitan dengan kreativitas.

Bagi anak-anak, umumnya mereka membutuhkan waktu yang tidak terstruktur untuk mempelajari dan mempraktikkan keterampilan ini. Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mengajarkan anak-anak tentang keterampilan ini yaitu dengan memberikan mereka waktu untuk beraktivitas di luar rumah.

4. Belajar mengambil risiko

Anak-anak perlu mengambil beberapa risiko. Sebagai orang tua, hal tersebut mungkin akan menimbulkan kecemasan karena pada dasarnya setiap orang tua menginginkan anaknya selalu dalam keadaan aman. Kendati demikian, orang tua hanya akan mencegah anak untuk menjadi sosok yang berani sekaligus percaya diri dalam menghadapi kehidupan apabila mereka tidak membiarkan sang buah hati untuk belajar mengambil risiko.

Disarankan bagi para orang tua untuk tidak ragu membiarkan anak-anak mereka bermain di luar rumah meski kemungkinan jatuh atau tergelincir akan selalu ada. Ketika Moms mengizinkan si kecil bermain di ruang terbuka, itu artinya Moms sedang memberikan kesempatan kepada mereka untuk mempelajari makna dari kegagalan sebagai komponen penting dalam proses menuju kesuksesan.

5. Melatih sosialisasi

Bekerja sama merupakan salah satu kemampuan yang sangat penting untuk dipelajari oleh siapa pun termasuk anak-anak. Sedari dini, anak perlu belajar tentang bagaimana cara berteman, berbagi, bekerja sama, serta memperlakukan orang lain.

Jika mereka hanya terkurung di suatu tempat misalnya rumah, maka anak tidak bisa mempelajari segala hal yang perlu mereka ketahui akibat rendahnya frekuensi berinteraksi dengan orang lain selain keluarga. Maka dari itu, izinkanlah anak-anak Moms untuk berekspresi di luar zona nyaman mereka supaya mereka bisa tumbuh menjadi pribadi yang supel dan tidak kaku ketika harus menghadapi orang lain baik di masa sekarang maupun ketika mereka memasuki usia dewasa.

6. Belajar mengapresiasi alam

Seiring berjalannya waktu, dunia kian berubah. Jika Moms tidak membiarkan anak-anak untuk berjalan-jalan di hutan, bermain tanah, melihat binatang secara langsung, mendaki bukit atau gunung, bermain di sungai, atau menatap cakrawala di laut, kemungkinan besar mereka tidak akan pernah mengetahui dan menikmati betapa luar biasanya alam.

Apabila anak-anak tidak pernah berbaur dengan alam, maka mereka akan tumbuh menjadi sosok yang apatis dan tidak bisa menghargai lingkungan beserta ekosistem yang ada di dalamnya. Padahal, masa depan planet bumi juga bergantung pada generasi mereka.

Moms, itu dia 6 alasan yang bisa Moms pertimbangkan untuk mengizinkan si kecil bermain di outdoor mulai sekarang. Nah, jika Moms khawatir untuk membiarkan anak bermain di luar sementara pandemi masih berlangsung, Moms bisa mengajak mereka bermain di halaman rumah atau sekitarnya yang sekiranya aman dan tidak ramai. Intinya, jangan jadikan situasi pandemi sebagai alasan untuk terus mengurung si kecil di dalam rumah bersama gadgetnya ya Moms.

Selanjutnya: Anak Anda Berperilaku Agresif? Coba Atasi dengan 4 Cara Berikut Ini

 

 

                                                                               

Editor: Ana Risma
Terbaru