5 Pilihan Makanan yang Bergizi untuk Ikan Cupang Peliharaan

Sumber: Minapoli,Betta Fish
Jumat, 12 November 2021 | 11:27 WIB
5 Pilihan Makanan yang Bergizi untuk Ikan Cupang Peliharaan

ILUSTRASI. 5 Pilihan Makanan yang Bergizi untuk Ikan Cupang Peliharaan

MOMSMONEY.ID - Dalam memelihara ikan cupang, memilih makanannya sangat penting untuk diperhatikan agar kesehatannya terjaga. Selain menyehatkan ikan, pemilihan makanan yang tepat juga akan menjaga warna ikan cupang peliharaan tetap cantik.

Yang pasti, ikan cupang adalah karnivora dan membutuhkan banyak protein. Ikan cupang juga tidak bisa hidup dengan makanan nabati dan mereka tidak memakan akar tanaman seperti kebanyakan orang bilang. Di alam bebas, ikan cupang biasanya memakan serangga.

Baca Juga: Tertarik Ikan Hias Guppy? Yuk, Kenali Lebih Banyak Hingga Cara Merawatnya

Dilansir dari Bettafish.org, pemberian nilai gizi terbaik berfokus pada kebutuhan ikan cupang akan protein, lemak, serat, forfor, karbohidrat, kalsium, dan vitamin (A, D3, E, K, B1, B2, B3, B4, B5, B6, B12, C, H, M).

Selain itu, serat dan kelembapan juga penting untuk sistem pencernaan mereka. Nah, berikut ini adalah macam-macam makanan terbaik untuk ikan cupang yang bisa Anda berikan untuk ikan cupang:

Pelet Ikan Cupang

Pelet adalah makanan paling umum di pasaran. Kualitasnya bervariasi bergantung bahan dasar dan nilai gizinya. Namun, ada hal yang harus diperhatikan dalam memberikan pelet ikan. Pelet cenderung menyerap air dan akan mengembang. Jika ikan tidak menghabiskannya, pelet akan tenggelam ke dasar akuarium dan dapat mengotori air.

Meski ikan memakannya, ini dapat menyebabkan kembung dan masalah pencernaan. Pastikan untuk memberi makan secukupnya dan membuang sisa makanan segera setelah ikan cupang telah selesai makan.

Makanan Kering Beku

Makanan kering beku sangat bagus sebagai makanan alami ikan cupang. Namun, itu tak dapat menggantikan kualitas makanan hidup. Sebab, kelembapan makanan kering sudah dihilangkan. Anda dianjurkan untuk merendamnya dalam wadah air sebelum akhirnya diberikan ke cupang untuk rehidrasi mereka.

Keuntungan memberikan makanan kering adalah bebas dari bakteri dan parasit. Makanan ini juga mudah ditemukan di toko-toko ikan hias. Akan tetapi, memberi makanan kering saja ke ikan cupang dapat menyebabkan masalah kembung dan sembelit.

Anda dapat menjadikan makanan ini sebagai selingan. Makanan kering beku ini dapat berupa jentik nyamuk, cacing darah, dan udang air asin.

Baca Juga: Manfaat Pemberian Cacing Sebagai Pakan Ikan Hias

Makanan Hidup

Memberikan makanan hidup dapat menjadikan ikan cupang sehat. Makanan hidup yang populer adalah udang air asin (artemia), jentik nyamuk, dan cacing darah. Makanan hidup ini kaya akan gizi dan protein yang sangat baik juga untuk bayi ikan cupang.

Namun, Anda tak bisa menjamin bahwa makanan hidup dapat terbebas dari bakteri dan parasit meskipun makanan ini sehat untuk ikan. Jadi, pastikan Anda membelinya dari pedagang yang terpercaya.

Jika menurut Anda makanan hidup adalah yang terbaik, Anda dapat mengurangi risiko tercemarnya makanan hidup dengan membudidayakannya sendiri. Udang air asin atau lalat buah tanpa sayap dapat dibudidaya sendiri.

Kuning Telur

Kuning telur juga kaya akan protein yang baik untuk ikan cupang, terutama untuk burayak (bayi ikan cupang). Cara memberikannya, Anda dapat merebus atau mengukus telur sebelum diberikan kepada ikan cupang. Setelah matang, hancurkan dan berikan kepada ikan.

Berikan secukupnya dan jangan terlalu banyak, ya! Terlalu banyak selain dapat membuat ikan cupang kekenyangan, partikel kuning telur yang tak termakan akan mengotori air akuarium.

Infusoria

Dilansir dari Minapoli.com, infusoria adalah istilah yang digunakan untuk menyebut makhluk hidup kecil di air tawar, makhluk hidup ini berupa Ciliates, Euglenoids, Protozoa, dan Invertebrata kecil. Infusoria sangat cocok dijadikan makanan burayak yang berusia 3-4 hari sampai berusia 1 bulan.

Untuk mendapatkan insuforia sendiri di rumah, caranya menggunakan kol atau sawi yang dibiarkan membusuk. Kol atau sawi yang telah membusuk kemudian direbus dan diperas hingga mendapatkan sarinya.

Campurkan sarinya ke dalam wadah bersama air dari akuarium serta beberapa ampas dari sayuran tersebut yang telah diperas. Setelah itu, diamkan selama 3 hari di tempat teduh dan akan muncul hewan-hewan kecil berwarna putih yang merupakan infusoria. 

 

Selanjutnya: Ingin Vacuum Cleaner Anda Awet dan Tahan Lama? Yuk, Ikuti 4 Cara Ini

Editor: Anggi Miftasha
Terbaru