ads

5 Cara Memperkuat Ikatan Antara Orang Tua dengan Anak Remaja

Reporter: Ana Risma
Rabu, 29 Juni 2022 | 13:35 WIB
5 Cara Memperkuat Ikatan Antara Orang Tua dengan Anak Remaja

ILUSTRASI. 5 Cara Memperkuat Ikatan Antara Orang Tua dengan Anak Remaja.


MOMSMONEY.ID - Sama-sama memerlukan trik, parenting anak remaja sama menantangnya dengan anak balita. Jika parenting anak balita lebih difokuskan dengan mengajarkan bagaimana cara melakukan sesuatu seperti makan atau menggunakan toilet, maka fokus utama parenting anak remaja terletak pada manajemen emosi.

Berbeda dengan anak kecil yang lebih mudah dekat dengan orang tua, anak yang sudah menginjak usia remaja cenderung semakin menjauh seiring bertambahnya usia mereka. Oleh sebab itu, para orang tua dituntut untuk terus memperkuat ikatan dengan anak remaja mereka supaya hubungan antara orang tua-anak tidak semakin renggang.

Melansir Child Development Institute, ada 5 cara yang bisa dilakukan para orang tua untuk memperkuat ikatan dengan anak remaja mereka. Selengkapnya, simak penjelasannya di bawah ini.

Baca Juga: 5 Cara Membantu Anak Remaja Tidur Lebih Cepat dan Nyenyak di Malam Hari

1. Mengobrol

Meskipun rata-rata remaja lebih suka menghabiskan sebagian besar waktunya di dalam kamar, namun mereka tetap ingin tahu apakah orang tua mereka tertarik pada kehidupannya atau tidak. Oleh sebab itu, percakapan yang intens bersama anak remaja Anda perlu dilakukan sesering mungkin guna menjawab keingintahuan mereka tersebut. Setidaknya, lakukanlah percakapan dengan anak remaja Anda selama 15-30 menit setiap hari.

Supaya momen bercakap-cakap Anda dengan anak remaja Anda sukses, pastikan Anda tetap bersikap santai. Anda bisa mengawali percakapan dengan melontarkan pertanyaan klasik seperti "bagaimana harimu?". Walaupun sederhana, namun pertanyaan semacam itu akan mendorong anak remaja Anda untuk membuka dirinya.

Untuk memantau pertemanan anak, ajaklah mereka untuk membicarakan kehidupannya bersama teman-teman mereka. Kebiasaan ini juga akan menunjukkan kepada anak remaja Anda bahwa Anda adalah sosok orang tua yang benar-benar tertarik dengan apa yang terjadi dalam kehidupan pribadi mereka. Selain pertemanan, Anda juga bisa menjadikan tujuan, pencapaian, perjuangan, dan minat individu anak remaja Anda sebagai topik obrolan yang fantastis.

2. Dengarkan anak

Begitu percakapan mulai mengalir, orang tua harus membiarkan anak remaja mereka mengambil alih obrolan. Itu akan memungkinkan anak remaja Anda mengarahkan percakapan ke arah yang mereka inginkan. Dengan mendengarkan baik-baik anak remaja Anda, itu artinya Anda memberikan kesempatan pada mereka untuk membongkar apa yang ada di dalam pikiran mereka.

Untuk membantu melancarkan percakapan, tanggapilah perkataan anak Anda dengan komentar dan pertanyaan yang sesuai konteks pembicaraan. Alih-alih memotong kata-kata anak, coba dengarkan anak remaja Anda dengan pikiran terbuka dan tanggapi secara konstruktif jika mereka mulai membicarakan sebuah kesalahan yang telah mereka lakukan.

Meski cenderung sulit bagi orang tua untuk tetap tenang ketika anak mereka melakukan kesalahan, namun penting bagi Anda untuk tetap mempertahankan jalur komunikasi yang terbuka. Sebaliknya, reaksi yang tergesa-gesa dapat menyebabkan seorang remaja memilih bungkam di kemudian hari.

3. Menetapkan dan menegakkan aturan

Remaja perlu mempelajari berbagai perilaku yang dapat diterima dan perlu tahu bahwa ada konsekuensi dalam hidup ketika mereka melanggar suatu aturan yang telah dibuat.

Ketika suatu hari anak remaja Anda melakukan sebuah kesalahan, selalu ingat untuk tetap mendengarkan mereka dan bersikap rasional saat mendiskusikan situasi yang sedang dialami oleh anak Anda. Hindarilah untuk berteriak dan meremehkan mereka. Tegakkan saja hukuman atau konsekuensi apapun yang sekiranya sepadan dengan pelanggaran yang telah anak remaja Anda lakukan.

4. Menghabiskan waktu bersama

Menghabiskan waktu berkualitas bersama anak remaja Anda adalah cara yang bagus untuk membangun ikatan orang tua-anak yang kuat.

Saat kehidupan menjadi begitu sibuk dan jadwal Anda begitu padat, bukan tidak mungkin jika anak remaja Anda akan merasa terlupakan dan terisolasi. Maka dari itu, meluangkan waktu dari rutinitas harian Anda dan hang out bersama mereka amat disarankan untuk dilakukan guna membuat anak remaja Anda merasa dihargai.

Ada berbagai kegiatan yang bisa Anda lakukan bersama mereka. Tak harus heboh, Anda bisa mengajak anak untuk mendaki, pergi ke toko es krim, atau menonton film bersama di rumah.

5. Posisikan diri sebagai orang tua

Tidak sedikit orang tua yang menempatkan diri mereka sebagai teman bagi anak-anak mereka. Dan, tak jarang anak yang mendambakan sosok teman ada di dalam diri orang tua mereka.

Meski berperilaku layaknya teman dapat memperkuat ikatan antara Anda dengan anak remaja Anda, namun tidaklah mudah untuk mendengarkan dan berpikiran terbuka seperti teman sambil tetap berperan sebagai orang tua yang harus menetapkan sekaligus menegakkan aturan dan batasan.

Senyaman-nyamannya remaja dengan orang tua mereka yang bertindak layaknya teman, namun mereka tetap membutuhkan orang tua yang bertanggung jawab untuk menjaga mereka tetap aman. Jadi, pastikan untuk tidak ragu mendisiplinkan anak ketika mereka membuat kesalahan tanpa perlu takut bahwa proses pendisiplinan tersebut akan memutus ikatan antara Anda dengan anak. Pasalnya, anak remaja akan cenderung menghormati orang tua yang berpegang teguh dengan kata-katanya meski mereka tidak pernah mengakuinya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Ana Risma

Terbaru
TERPOPULER