5 Bahaya Minum Teh Panas untuk Kesehatan yang Perlu Anda ketahui

Reporter: Helvana Yulian
Jumat, 14 Januari 2022 | 09:28 WIB
5 Bahaya Minum Teh Panas untuk Kesehatan yang Perlu Anda ketahui

ILUSTRASI. Bahaya minum teh panas untuk kesehatan

MOMSMONEY.ID - Sebagian orang mungkin termasuk Anda suka menikmati teh panas. Sayangnya, Anda harus menghilangkan kebiasaan ini karena cukup berbahaya untuk kesehatan.

Bahaya minum teh panas ternyata bisa meningkatkan risiko kanker kerongkongan. Risiko tersebut bisa meningkat hingga 90% jika dikonsumsi dalam suhu lebih tinggi dari 60 derajat Celcius.  

Kerongkongan merupakan jalur yang akan dilewati oleh makanan, minuman, dan air liur saat masuk ke dalam tubuh.

Makanan panas yang masuk secara terus-menerus akan mengubah lapisan yang ada di dalamnya. Jika dibiarkan, akan muncul tumor di dalam sana.  

Baca Juga: Empat Minuman Ini Baik Dikonsumsi Penderita Asam Lambung

Bukannya bermanfaat bagi kesehatan, semua yang berlebihan bisa menimbulkan bahaya. Dilansir dari Mayo Clinic, inilah beberapa bahaya minum teh panas untuk kesehatan yang perlu Anda ketahui, antara lain:

1. Memicu stres, cemas berlebih, sulit istirahat 

Bahaya minum teh panas untuk kesehatan yang pertama adalah bisa memicu stres, cemas berlebih dan sulit istirahat. Tak hanya kopi, daun teh pun mengandung kafein.

Terlalu banyak mengonsumsi kafein dari teh bisa menyebabkan rasa cemas berlebih, stres, hingga sulit beristirahat.  Dalam satu cangkir teh, terdapat 11-61 mg kafein. 

Angka ini bisa berbeda bergantung pada jenis teh dan cara mengolahnya.  Beberapa penelitian menyebut konsumsi 200 mg kafein setiap harinya bisa menyebabkan cemas berlebih, terutama bagi mereka yang sensitif.  

2. Menurunnya kualitas tidur

Bahaya minum teh panas untuk kesehatan yang kedua adalah menurunnya kualitas tidur. Bahaya minum teh saat panas selanjutnya adalah membuat kualitas tidur menjadi buruk. 

Kandungan kafein dalam teh dapat membatasi produksi hormon melatonin, yaitu hormon yang memberi sinyal pada otak untuk tidur. 

Lebih jauh lagi, kualitas tidur yang buruk dapat merembet ke banyak hal negatif lainnya. 

Editor: Helvana Yulian
Terbaru