4 Masalah Perilaku Anak yang Tidak Perlu untuk Terlalu Dikhawatirkan. Apa Saja?

Reporter: Ana Risma
Kamis, 23 September 2021 | 17:30 WIB
4 Masalah Perilaku Anak yang Tidak Perlu untuk Terlalu Dikhawatirkan. Apa Saja?

ILUSTRASI. 4 Masalah Perilaku Anak yang Tidak Perlu untuk Terlalu Dikhawatirkan

MOMSMONEY.ID - Memiliki anak tentu memberikan tantangan tersendiri bagi setiap orang tua terutama jika si anak masih sangat kecil. Setiap hari, pasti ada saja tingkah anak yang menyenangkan bahkan menyebalkan.

Tak jarang, anak-anak berperilaku tidak sebagaimana mestinya dan membuat Anda geleng-geleng kepala sekaligus khawatir. Faktanya, tidak semua perilaku anak perlu Anda khawatirkan lho. Karena, bisa saja perilaku anak yang mengkhawatirkan tersebut merupakan bagian dari proses perkembangan mereka.

Melansir Parents.com, inilah 4 perilaku anak yang sebaiknya tidak perlu Anda khawatirkan secara berlebihan.

Baca Juga: Anak Anda Berperilaku Agresif? Coba Atasi dengan 4 Cara Berikut Ini

1. Berkata menjengkelkan

Sebagian besar orang tua pasti kesal ketika anak mereka mengucapkan perkataan yang menjengkelkan. Faktanya, anak-anak khususnya yang masih berusia di bawah 7 tahun belumlah memiliki filter yang kuat. Sehingga, mereka belum bisa berbicara secara terampil layaknya orang dewasa.

Anak-anak yang masih kecil belum mengerti apa saja dampak yang akan orang lain rasakan dari ucapan menjengkelkan yang mereka lontarkan. Jadi, Anda tidak perlu terlalu khawatir ketika anak kecil Anda berbicara menjengkelkan sewaktu-waktu. Anda dapat mengingatkan anak untuk selalu berbicara dengan baik karena ucapan yang menyakitkan dapat melukai hati orang lain.

2. Tidak mau berbagi

Sebelum usia 3 atau 4 tahun, anak-anak belum mempelajari apa itu keterampilan self-regulatory atau pengaturan diri. Oleh sebab itu, konsep berbagi tentu belum bisa mereka pahami dengan betul.

Jadi, Anda tidak perlu khawatir ketika mereka tidak mau berbagi mainan atau bermain secara bergiliran dengan teman-teman mereka. Kendati demikian, Anda tetap harus berupaya untuk memperbaiki perilaku anak yang demikian. Jangan sampai watak tidak mau berbagi terus anak bawa hingga mereka dewasa.

3. Menggigit

Balita yang frustasi karena belum mampu berkomunikasi dengan baik kepada orang lain cenderung akan menggigit diri sendiri, orang tua, atau anak-anak lain di sekitarnya.

Walaupun tampak sangat mengkhawatirkan, namun percayalah bahwa perilaku anak yang demikian umumnya merupakan proses perkembangan yang benar-benar khas. Maka dari itu, Anda tidak perlu terlalu khawatir, kecuali anak tidak merespons sama sekali upaya pengalihan yang Anda lakukan untuk membuat mereka berhenti menggigit.

4. Pilih-pilih makanan

Anak kecil pasti tidak semudah itu untuk memakan begitu saja hidangan yang telah Anda sajikan di hadapannya. Mereka cenderung akan memilih makanan yang mereka anggap lezat dan menghindari makanan-makanan sehat namun kurang cocok di lidah mereka seperti sayuran.

Namun, anak yang pilih-pilih makanan sebenarnya cukup umum terjadi ketika usia mereka masih terbilang dini. Jadi, Anda tidak perlu khawatir ketika anak Anda yang masih kecil menjadi seorang pemilih makanan. Pasalnya, balita dan anak-anak prasekolah sedang berada di tahap gemar bereksperimen dengan rasa dan tekstur makanan.

Yang benar-benar perlu Anda khawatirkan ialah ketika anak Anda yang sudah memasuki usia sekolah hanya mau makan tiga makanan saja.

Itulah 4 perilaku anak yang terkesan bermasalah namun sebenarnya tidak perlu untuk terlalu dikhawatirkan selagi tidak berkepanjangan dan mengganggu kehidupan sehari-hari mereka secara signifikan. Jika perilaku anak sudah memasuki level yang tidak lazim, jangan ragu untuk segera meminta bantuan profesional ya.

Semoga bermanfaat!

Selanjutnya: Luar Biasa, Inilah 5 Manfaat yang Bisa Anak Dapatkan Ketika Dekat dengan Alam

 

Editor: Ana Risma
Terbaru